Sabtu, 27 Oktober 2012

That XX (part.2)



“Geu xx naega motan ge mwoya…
Dodaeche wae naneun gajil su eomneun geoya…
Geu xx neoreul saranghaneun ge anya…
Eonjekkaji babogachi ulgoman isseul goya…”

Sudah hampir sebulan aku tidak berbicara dengan CL sejak kejadian di bus waktu itu. Aku tidak tahu harus berbuat apa, padahal aku dan CL sudah berteman sangat lama, tetapi baru kali ini kami mengalami pertengkaran hebat. Aku pun memutuskan untuk bertemu dengan Minzy agar mencari cara untuk mempertemukan ku dengan CL.
Saat ada jam kosong aku pun menelepon Minzy, “Annyong-haseyo?”
Ada apa GD?”, tanya Minzy heran.
“Aku ingin meminta tolong pada mu Minzy, bisakah kau membantu ku Minzy? Aku…”,sebelum aku membicarakan maksud dan tujuan ku Minzy langsung menjawab permintaan ku.
“Baik aku akan menolong mu untuk bertemu dengan CL, sore nanti kau tunggu ditempat yang sudah kujanjikan pada CL, nanti akan aku telepon untuk memberi tahu tempatnya.”, jawab Minzy cepat.
“Kamsahamnida”, jawabku dengan penuh semangat.
“Chonmaneyo, ah~ GD kali ini kau bawa saja choco cake buatan mu, dia ingin sekali memakannya tetapi tidak berani memintanya pada mu karena kalian sedang bertengkar.”,jawab Minzy sambil terkikih.
“Baiklah.”,aku pun langsung mematikan sambungan telepon ku dengan Minzy.
Seusai pelajaran aku pun segera menuju super market terdekat untuk membeli bahan-bahan. Dilapangan parkir tidak sengaja aku bertemu dengan Dae Sung yang hendak menuju parkiran motor tempat dia memarkir motornya. Super market yang aku tuju adalah tempat kerja paruh waktunya.  Aku pun mencoba memanggil Dae Sung yang hendak bersiap-siap menaiki motornya.
 “Daesung!”, teriak ku kepada Dea Sung,.
Dae Sung segera menoleh ke arah ku yang memanggilnya tadi.
Ada apa GD?”, tanyanya heran.
“Bolehkah aku menumpang motor mu sampai tempat kerja mu Dae Sung?”, pinta ku pada Dae Sung
“Tentu saja GD.”, jawab Dae Sung sambil memberikan helm pada ku lalu kami pun segera menuju tempat tersebut.
Saat ditengah jalan Dae Sung mengajukan pertanyaan pada ku, “Hei GD, untuk apa kau mampir ke toko ku?”, tanyanya heran.
“Oh itu, aku ingin membeli bahan-bahan choco cake.”, jelas ku pada Dae Sung yang tengah menyetir.
“Untuk apa kau membeli bahan-bahan choco cake? Kau ingin menjualnya dikampus nanti GD?”,tanya Dae Sung masih heran dengan maksud dan tujuan ku membuat choco cake.
“Tidak, aku mau membuatnya sebagai permohonan maaf ku kepada CL.”, jelas ku.
“Kau bertengkar dengan CL? Itu suatu keajaiban bila kau bertengkar dengan CL? Bagaimana kau bisa bertengkar dengannya GD?”,tuntut Dae Sung.
“Iya memang itu jarang terjadi diantara kami, pertengkaran itu terjadi saat CL bercerita tentang Taeyang…”, dengan secara mendadak Dae Sung menghentikan motornya ditengah jalan.
“Apa tadi kata mu GD? Taeyang?”, tanya Dae Sung kaget.
Astaga aku kelepasan bicara, aku pun segera mengalihkan pembicaraan Dae Sung.
“Apa-apaan kau Dae Sung! Secara mendadak kau menghentikan motor mu ditengah jalan? Apa kau sudah gila!”, tanya ku shock.
“Maafkan aku,” Dae Sung pun segera menjalankan lagi motornya, “Tadi kau bilang Taeyang?”
“Iya,memangnya kenapa Dae Sung?”,tanya ku pura-pura tidak tahu.
 “Sudah tidak apa-apa Dae Sung ini bukan salah mu tadi aku hanya asal bicara saja.”,elak ku pada Dae Sung.
“Baiklah GD.”, jawab Dae Sung masih sedikit curiga.
Sesampainya kami di super market Dae Sung langsung mengganti bajunya dengan seragam kasir sementara aku langsung mengambil keranjang belanjaan dan memilih-milih bahan-bahan yang akan ku pakai. Setelah ku pikir semua bahan sudah kurasa cukup untuk membuat choco cake kesukaan CL aku pun segera membayarnya dikasir yang dijaga oleh Dae Sung.
Aku pun meninggalkan toko dengan terburu-buru agar bisa tepat waktu bertemu dengan CL. Aku segera menuju halte bus untuk segera pulang ke apartemen ku.
Saat aku tiba di apartemen tiba-tiba aku melihat mobil sport mewah terparkir didepan pintu masuk apartemen. Aku sepertinya pernah melihat mobil itu di suatu tempat, tapi aku lupa dimana aku pernah melihatnya. Tanpa memedulikan lagi pemilik mobil itu aku pun segera masuk kedalam apartemen, menuju lift untuk naik ke lantai delapan, dimana itu adalah lantai yang bersamaan dengan CL.  Pintu lift pun terbuka dilantai delapan, dengan susah payah aku membawa belanjaan ku di kedua tangan ku. Saat aku hendak melewati depan kamar CL aku melihat Taeyang yang tengah berdiri didepan pintu kamar CL. Dia membawa buket bunga lili putih ditangannya. Tampaknya dia sedang kesal saat sedang menerima telepon dari seseorang.
“Kenapa kau tidak mengatakannya dari tadi! Sudah lama aku menunggu mu didepan apartemen mu!”, bentaknya pada seseorang disambungan teleponnya. Setela lawan bicaranya berbicara panjang Taeyang pun segera mematikan sambungan teleponnya. Dia pun segera meninggalkan apartemen CL. Dia melihatku yang sedang berjalan kearah kamar apartemen ku. Dia memandang ku dengan tatapan yang seakan-akan seekor serigala akan menerkam domba buruannya.
Dengan rasa acuh tak acuh aku pun berjalan melewati Taeyang.
“Nampaknya kau sedang senang hari ini GD?”, tanyanya dengan nada arogan.
“Biasa saja.”,jawab ku sambil lalu.
Tiba-tiba Taeyang berhenti di depan ku lalu melemparkan buket bunga lilinya kearah ku, “Ini untuk gadis b******k mu itu!”, makinya.
Aku pun hanya melihat buket bunga lili yang terjatuh dilantai saat dilempar Taeyang tadi.
“Untuk apa? Dia kan pacar mu?”,tanya ku acuh tak acuh.
“Hah! Percuma berbicara dengan orang bodoh seperti mu.”, dia pun segera meninggalkan ku yang memandangnya dengan tatapan biasa-biasa saja. Tidak lama Taeyang pun berbalik lagi kearah ku, “Sayang gadis naïf seperti dia mempunyai sahabat yang munafik seperti mu.”
“Apa maksud mu Taeyang!”,kecam ku pada Taeyang.
“Uuuh~ takut.”,candanya kearah ku yang sedang marah padanya.
“Bila kau tidak mencintai CL lepaskan lah dia! Dia tidak pantas mendapatkan pria seperti mu!”, amarah ku pun dalam sekejap langsung naik saat melihat gaya bicara Taeyang yang mempermainkan CL.
“Sayang sekali, walaupun aku sudah tidak mencintainya lagi , aku masih belum puas bermain-main dengannya.”,jawab Taeyang dengan enteng dan segera berlalu untuk meninggalkan apartemen.
“B******k kau Taeyang!”, teriak ku penuh amarah kearah Taeyang yang tengah berjalan menuju lift.
Dengan perasaan yang campur aduk aku segera masuk kedalam apartemen ku. Aku segera menaruh bahan-bahan cake dan menyiapkan alat-alat yang akan aku gunakan untuk membuat cake. Disaat aku sedang mengayak terigu telepon ku pun berdering, aku segera mengelap tangan ku dan  menuju kamar untuk mengambil telepon ku. Aku pun melihat layar telepon ku. Rupanya itu telepon dari Minzy, aku pun segera menganggkat telepon dari Minzy.
“Annyong-haseyo?”
“GD, nanti kau tunggu ditaman kota jam empat sore, aku sudah membujuk CL untuk kesana.”,jelas Minzy.
“Baiklah Minzy.”, aku segera mengakhiri teleponnya dan segera membuat choco cake untuk CL. Waktu yang tersisa untuk ku tinggal dua jam lagi. Aku pun segera menyiapkan segala sesuatunya dengan kilat. Setelah aku berkutat didapur selama kurang lebih satu setengah jam untuk menyiapkan cake aku segera membersihkan dapur ku yang berantakan dan setelah itu aku pun bersiap-siap untuk bertemu dengan CL.
Selesai mandi aku pun segera memilih-milih pakaian yang pantas untuk ku kenakan nanti. Awalnya aku mencoba pakaian semi formal,lalu berlanjut ke formal, bergaya western, bergaya harajuku, dan pada akhirnya akupun memilih gaya berpakaian ku yang seperti biasa, dengan t-shirt, celana jeans, sepatu santai dan tidak lupa jaket santai. Aku pun siap untuk berangkat ke taman kota. Dengan membawa choco cake yang telah ku siapkan untuknya. Aku menunggu kedatangan bus yang menuju taman kota di halte bus dekat apartemen ku. Setelah bus tiba aku pun segera naik dan segera menuju taman kota.
Sesampainya ditaman kota aku mencari bangku taman yang kosong. Aku menemukan bangku kosong itu disekitar taman belakang, tempat itu diapit oleh dua pohon besar yang rindang. Tempat ini terlihat pas sekali untuk aku, untuk mengucapkan permintaan maaf ku. Sesudah mendapatkan tempat yang cocok aku pun segera mengirim pesan singkat kepada Minzy. Aku pun menunggu kedatangan CL sambil berharap CL akan memaafkan ku dan menyukai cake buatan ku.
Aku sudah menunggu hampir lima belas menit dari waktu yang dijanjikan, tapi CL pun belum menampakkan batang hidungnya. Aku terus bersabar sampai tiga puluh menit kemudian aku melihat seorang wanita berambut panjang berwarna coklat, dia mengenakan dress berwarna baby pink yang panjangnya setengah lutut, kaki wanita itu halus yang melihatkan keindahan kakinya yang dibalut sepatu ber hak yang kira-kira memiliki tinggi hak mencapai lima belas centimeter. Saat wanita itu berbalik kearah ku, wanita itu menunjukkan wajahnya. Dan ternyata wanita yang kulihat itu adalah CL, tampaknya dia sedang mencari-cari tempat yang ku beritahu tadi ke Minzy.
Aku pun berpura-pura tidak mengetahu kehadiran CL yang sedang bejalan kearah tempat ku menunggunya.
“GD! Apa yang kau lakukan disini? Apa ini..?”, tiba-tiba CL pun menghentikan kata-katanya lalu terdiam sejenak.
“CL, aku disini untuk minta maaf dengan mu atas kejadian sebulan yang lalu aku benar-benar menyesal CL?”, pinta ku pada CL yang tengah terdiam karena marah.
“Apakah ini ulah Minzy, GD?”, tanyanya masih dalam keadaan marah terhadap ku.
“Bukan, ini semua ulah ku, aku yang menyuruh Minzy untuk bisa bertemu dengan mu, kumohon jangan salahkan Minzy dalam hal ini, ini semua salah ku, aku benar-benar menyesal.”, pinta ku pada CL.
“Aku tidak butuh alasan mu GD! Aku masih marah pada mu! Selamat tinggal !”, ucap CL yang hendak meninggalkan ku.
Aku pun mencoba menahannya dengan menarik pergelangan tangannya. CL pun terhenti tetapi dia masih saja tidak mau menatap ku.
“Aku mohon CL beri waktu untuk aku menjelaskannya pada mu, aku mohon?”, ucap ku dengan sungguh-sungguh.
“Mau apa lagi GD? Semuanya sudah jelas dan tidak ada lagi yang perlu kau jelaskan.”
“Aku mohon CL, dengarkan aku?”
CL berbalik dan menatap ku dengan tajam, “Ku beri kau waktu lima menit,lebih dari itu aku tidak mau mendengar apa-apa lagi dari mu!”,ancam CL.
“Baiklah, kumohon kau duduk dulu sebentar.”, pinta ku pada CL.
CL pun duduk dibangku tangan dengan tangan terlipat didepan dada. Tanpa membuang waktu lagi aku pun berusaha menjelaskan semuanya pada CL.
“CL aku benar-benar menyesal atas kelakuan ku sebulan yang lalu, pada waktu itu aku tidak tahu apa yang sedang aku pikirkan tentang si b******k itu,” aku pun menatap CL yang tampak kesal saat aku menyebut pacarnya dengan sebutan b******k, aku segera meralat perkataan ku sebelum CL benar-benar pergi dan tidak akan memaafkan aku, “Maksud ku pacar mu, Taeyang, saat itu aku sedang kesal dan tanpa sadar aku berbicara yang tidak pantas pada mu? Aku mohon CL, aku tidak ingin bertengkar dengan mu, saat bertengkar dengan mu seakan aku sedang berada dineraka, saat aku tidak lagi berbicara dengan mu rasanya seperti aku makhluk yang menjijikan dihadapan mu, aku mohon maafkan aku CL, bisakah kita berteman lagi seperti dulu CL?”, ucap ku dengan menaruh harapan besar untuk dimaafkan oleh CL.
“Apakah hanya itu saja yang ingin kau katakan GD?”, tanya CL sinis. Aku pun mengangukkan kepada, menandakan bahwa itu saja pernyataan ku.
“Baiklah itu semua tidak penting!”, CL pun beranjak pergi dan tidak ada kata-kata lain lagi yang dia ucapkan.
“Baiklah bila kau tidak mau memaafkan ku, aku mohon kau mau menerima choco cake kesukaan mu ini?”, aku menyodorkan cake yang sudah kubuat tadi kepada CL, “Ku mohon ambil lah?”
CL pun berbalik dan tiba-tiba CL pun menunjukkan seringaiannya kearah ku dan saat itu juga dia pun tertawa tanpa ada hal yang lucu. Aku yang melihatnya seperi itu aku pun terheran-heran.
“Apa yang terjadi dengan mu CL? Apa yang membuat mu seperti itu?”, tanya ku semakin heran.
CL pun menghentikan tawanya dan dia mulai menjawab pertanyaan ku, “Oh, maafkan aku GD, sungguh melihat mu memohon seperti itu membuat ku tidak bisa menahannya lebih lama.”, jelasnya sambil tertawa sedikit.
“Jadi apa maksud mu? Apakah aku dimaafkan atau apa?”
“GD, maafkan aku, aku sudah lama memaafkan mu, ini semua hanya sandiwara, aku minta nmaaf GD?”, jelasnya.
“Jadi kau hanya mempermainkan ku CL!” aku pun meninggalkan CL dengan perasaan hampir kesal.
Kali ini CL yang menahan ku pergi, dia menarik pergelangan tangan ku, “Tunggu GD, aku minta maaf, aku tidak bermaksud mengusili mu, maafkan aku GD?”, pintanya serius.
Aku pun berbalik kearahnya dan tersenyum jahil.
“GD!”, teriak CL dengan kesal. Aku hanya tersenyum jahil sambil menjulurkan sedikit lidah ku kearahnya.
“Memangnya hanya kamu saja yang bisa berbuat jahil terhadap ku CL?”, tanya ku sambil tersenyum. Akhirnya kami pun tertawa bersama-sama, memertawakan kebodohan kami. Akhirnya kami pun berjalan-jalan mengitari taman kota setelah berakhirnya pertengkaran kami. Sesekali kami beristirahat untuk membeli minum, CL pun beristirahat untuk memakan choco cakenya.
“Maafkan aku  CL, atas kejadian waktu itu?”, pinta ku saat kami sedang asik berjalan-jalan ditaman.
CL menatap ku dengan tatapan lembutnya, “Maafkan aku juga GD atas keegoisan ku,” CL menyunggingkan senyuman manisnya dan dia pun menggandeng tangan ku saat kami berjalan-jalan ditaman.
Tidak terasa hari sudah hampir senja, aku pun berjalan keluar taman dan masih bergandengan tangan dengan CL. Kami pun menuju halte bus untuk pulang. Saat kami sedang menunggu bus, CL pun mendapatkan telepon dari seseorang, dia pun mengambil telepon genggamnya dari dalam tasnya dan segera menganggkat teleponnya yang sedari tadi terus berdering.
“Annyong-haseyo?”, jawabnya kepada seseorang yang berada dibalik panggilannya.
“Baiklah Sandara, aku dan GD akan segera kesana.”, CL pun mengakhiri sambungan teleponnya. Dia pun berbalik menatap ku, “GD, Sandara mengajak kita untuk berkaraoke ditempat biasa, apakah kau mau ikut GD?”, tanyanya.
“Baiklah aku ikut, memang ada acara apa?”
“Mereka merayakan berbaikannya kita.”, jawabnya senang.
“Baiklah.”
“Kalau begitu kita naik taxi saja, tempatnya tidak jauh dari sini kan GD?”,ajak CL.
“Iya.”
Didalam taxi pun aku baru teringat kata-kata CL saat ditaman tadi, aku pun mencoba menanyakannya pada CL saat kami berada didalam taxi.
“CL?’, panggil ku.
“Iya GD, ada apa?”, tanyanya.
“Sebenarnya dari siapa ide untuk mengerjaiku ditama tadi?”, tanya ku heran.
CL sempat tersenyum geli lalu menjawab pertanyaan ku, “Itu semua ide Minzy dan Park Bom mereka kesal melihat pertengkaran kita yang seperti anak kecil.”, jelas CL pada ku.
“Jadi gara-gara mereka?”, tanya ku.
CL hanya tertawa saat melihat ekspresi ku yang kaget dan kebingungan.

# tiga minggu setelah pertengkaran G Dragon dengan CL#

Saat itu kantin kampus sedang penuh, aku hanya memakan sepotong apel dan meminum diet coke bersama Sandara, Minzy, dan Park Bom di kantin. Minzy pun mengamati ekspresi ku yang tidak sedang mood.
“Hei, CL, ada apa dengan mu?”, tanya Minzy heran, “Kenapa kau hanya memakan sepotong apel dan sekaleng soda?”
“Aku tidak apa-apa.”, jawab ku lesu.
“Apa yang terjadi dengan mu CL?”, tanya Park Bom semakin heran.
“Tidak terjadi apa-apa Park Bom, aku baik-baik saja.”, elak ku.
Tidak lama berselang Sandara memanggil seseorang yang berada dikejauhan. Karena tempat yang ramai aku pun tidak mendengar dengan jelas siapa yang dia hendak panggil. Setelah Sandara memenggil seseorang, tiba-tiba  GD muncul ditempat yang kami tempati untuk makan siang.
Ada apa Sandra?”, tanya GD kearah Sandara.
Aku pun memalingkan wajah ku dari GD, aku masih sedikit kesal dengannya tetapi disisi lain aku rindu berbicara dengannya lagi.
“Apakah nanti pelajaran seni ada tugas GD?”
“Nampaknya tidak ada Sandara, ya sudah aku harus mengembalikan buku pinjaman ku ke perpustakaan.”, GD pun berlalu tanpa menoleh bahkan menyapa ku.
Setelah GD pergi menjauh, Minzy pun bertanya kepada ku, “Apa yang terjadi dengan GD?”,tanya Sandara heran. Sandarac pun langsung menoleh kearah ku yang dari tadi pura-pura tidak mengetahui kedatangan GD tadi.
“Apa yang terjadi diantara kalian, CL?”, tanya Sandara heran.
“Tidak terjadi apa-apa, ini hanya masalah kecil.”,elak ku.
“Bohong! Katakan yang sebenarnya CL! Apa yang terjadi diantara kalian sebenarnya?”, tuntut Minzy.
Karena aku tersudut aku pun mengatakan yang sejujurnya pada Minzy dan yang lainnya.
“Sebenarnya kami sudah tiga minggu ini bertengkar, awalnya aku bercerita tentang oppa, lalu GD memaki oppa, aku pun marah atas ulahnya dan kami pun akhirnya bertengkar.”, jawab ku jujur.
“Taeyang? Memangnya apa yang terjadi dengan Teayang sampai-sampai membuat GD seperti itu CL?”, tanya Minzy semakin penasaran.
“Aku juga tidak tahu, saat aku bercerita tentang oppa tiba-tiba dia marah?”,jawab ku.
“Apa jangan-jangan ceita Seung Ri itu benar adanya?”, tutur Sandara. “Taeyang benar-benar selingkuh dari CL.”, ungkap Park Bom dengan polos.
“Park Bom!”,tegur Sandara.
“Maafkan aku CL aku tidak bermaksud untuk itu?”, jawab Park Bom dengan penuh penyesalan.
“Sudahlah itu semua hanya gossip untuk memisahkan ku dengan oppa.”, jawab ku naïf.
“Kalau begitu mengapa kau tidak berbaikan saja dengan GD, itu kan hanya gossip CL?”, tanya Sandara.
“Tidak! Dia duluan yang memulainya!”, jawab ku dengan penuh emosi.
“Ayolah CL, kalian bukan anak kecil lagi, kalian juga sudah berteman lama jadi apa salahnya meminta maaf?”, pinta Park Bom.
“Tidak! Aku tidak mau!”, jawab ku dengan penuh emosi.
“Kau pasti merindukan masa-masa baik kalian dulukan CL? Jawablah dengan jujur!”, tuntut Minzy. Aku berusaha mengelak dari tatapan tajam Minzy yang menuntut jawaban ku. Dan pada akhirnya akupun tidak bisa mengelak lagi.
“Ia, ia aku merindukannya tapi aku masih kesal dengannya Minzy!”
“Baiklah kalau begitu, aku yang akan membuat mu berbaikan kembali dengan GD, setuju?”, tanya Minzy.
“Terserah dengan mu saja.”, jawab ku pasrah.


#kembali dimana CL dan G Dragon sedang menunggu taxi#


Akhirnya kami pun memberhentikan taxi yang lewat, aku dan CL duduk dibanggku belakang.
Dua puluh menit perjalanan dari taman kota menuju tempat karaoke langgana kami. Setibanya kami disana kami berpapasan dengan T.O.P, Park Bom, dan Seung Ri yang hendak masuk kedalam tempat karaoke.
“Hai GD!”, sapa T.O.P kearah ku.
“T.O.P!”, balas ku.
Akhirnya kami berlima pun sama-sama masuk kedalam ruang karaoke yang sudah dipesan oleh Sandara lebih dulu. Ternyata didalam Sandara bersama Dae Sung dan Minzy sudah menunggu kedatangan kami. Saat semua sudah berkumpul, mendadak Sandara mengambil mic dan berdiri diatas meja.
“Terima kasih kalian mau datang, acara ini sengaja aku siapkan untuk kembali persahabatan CL dengan G Dragon ,jadi mari kita senang-senang!!”, teriak Sandara lalu dilanjut dengan bersulang bersama-sama dengan segelas soju. Malam itu kami menikmati pesta dengan bahagia. Aku pun sempat battle dance dengan T.O.P saat kami sedang menyanyikan lagu Fantastic Baby milik Big Bang. Pesta semakin ramai saat semua yang hadir ikut berpartisipasi. Kami pun saling bahagia, terutama aku, aku sangat bahagia karena bisa bersahabat kembali dengan sahabat yang ku cintai.


Seusai kami berkaraoke kami hendak pulang ke rumah masing-masing. Aku berjalan memapah CL yang sedang mabuk karena terlalu banyak meminum soju. Kami pun keluar tempat karaoke dengan perasaan bahagia. Tapi mendadak Park Bom yang setengah mabuk memanggil CL yang sedang ku papah.
“CL, lihat siapa yang ada disana?”, Park Bom menunjuk kearah seorang pria yang sedang berjalan sambil berangkulan dengan wanita cantik dan sexy. CL pun menoleh dan  memperhatikan pria itu dengan seksama.
“Bukankah itu Taeyang? Dia pacar mu kan? Kenapa dia bersama wanita lain?”, lanjut Park Bom.
CL pun terus memperhaikan pria itu dan mencoba fokus.
“Sudahlah Park Bom, kau sedang mabuk, itu bukan Taeyang, ayo kita pulang?”, ajak ku sambil memapah CL.
“Tunggu GD!”, elak CL. CL mencoba lagi dan lagi ntuk memfokuskan pandangannya. Dan CL tersadar ternyata itu adalah Taeyang, pacanya. Rupanya dia yang sedang berjalan dengan wanita sexy itu.
“Sudahlah, ayo kita pulang, taxinya sudah menunggu.”, ajak ku sambil membawa CL kedalam taxi. CL berusaha terus untuk mengelak tetapi dia sudah tidak memiliki tenaga lagi untuk memaksakan diri. Akhirnya aku pun mengajaknya masuk kedalam taxi dan tidak berapa lama kemudian CL pun tertidur dibahu ku. Tidak lama berselang setetes air mata hangat membasahi bahu ku…


#To Be Continue

Tidak ada komentar:

Posting Komentar