Selasa, 16 Oktober 2012

BAB. III - Konsep Ilmu Budaya Dasar Terhadap Ilmu Kesusastraan.


BAB. III

ILMU BUDAYA DASAR DENGAN KESUSASTRAAN.




A.        PENDEKATAN KESUSASTRAAN.

Sastra berasal dari kata castra berarti tulisan. Sastra dalam arti khusus adalah ekspresi gagasan dan perasaan manusia. sastra sebagai hasil budaya diartikan bentuk upaya manusia untuk mengungkapkan gagasannya melalui bahasa yang lahir dari perasaan dan pemikirannya. Secara morfologis, kesusastraan dibentuk dari dua kata, yaitu su dan sastra dengan mendapat imbuhan ke- dan –an. Secara harfiah, kesusastraan dapat diartikan sebagai tulisan yang baik atau bagus, dari segi bahasa, bentuk, dan isinya.
Tiga hal yang berkaitan dengan ilmu kesusastraan, yaitu:
X  Ilmu sastra adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki secara ilmiah berdasarkan metode tertentu mengenai segala hal yang berhubungan dengan seni sastra.
X  Teori sastra adalah asas-asas dan prinsip-prinsip dasar mengenai sastra dan kesusastraan.
X  Seni sastra adalah proses seni yang dilakukan secara kreatif yang menciptakan karya seni dengan bahasa yang baik.

Manfaat sastra adalah:
X  Karya sastra dapat membawa pembaca terhibur melalui berbagai kisahan yang disajikan pengarang mengenai kehidupan yang ditampilkan.
X  Karya sastra dapat memperkaya jiwa/emosi pembacanya melalui pengalaman hidup para tokoh dalam karya.
X  Karya sastra dapat memperkaya pengetahuan intelektual.
X  Karya sastra mengandung unsur pendidikan. Di dalam karya sastra terdapat nilai-nilai tradisi budaya bangsa dari generasi ke generasi.

b. pengerian kesusastraan.


Menurut asal-usul kata kesusastraan dapat berarti karangan yang indah. “sastra” (dari bahasa Sansekerta) artinya : tulisan, karangan.
Nilai-nilai yang terkandung dalam cipta sastra, adalah:
X  Nilai-nilai estetika.
X  Nilai-nilai moral.
X  Nilai-nilai yang bersifat konsepsionil.

Sesuatu yang estetis adalah sesuatu yang memiliki nilai-nilai moral. Dasarnya adalah juga nilai tentang keindahan yang sekaligus merangkum nilai tentang moral. Sebuah ciptasastra bersumber dari kenyataan-kenyataan yang hidup di dalam masyarakat (realitas-objektif). Di dalam kesusastraan Seorang pengarang berhadapan dengan suatu kenyataan yang ditemukan dalam masyarakat (realitas objektif).


Prosa adalah suatu jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi karena variasi ritme (rhythm) yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya. Kata prosa berasal dari bahasa Latin “prosa” yang artinya “terus terang”.


c. hubungan manusia dengan ilmu kesusastraan.

Secara sederhana adalah pengetahuan yang diharapkan mampu memberikan pengetahuan dasar dan umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah manusia dan kebudayaan. Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya (homo humanus).
Ilmu budaya dasar bukanlah ilmu tentang budaya melainkan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep budaya.





Daftar pustaka:
Y  titik1983.wordpress.com
Y  arisudaryatno.blogspot.com
Y  id.wikipedia.org
Y  google.com
Y  prima zianashifa – mahasiswi universitas padjajaran; 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar