Jumat, 19 Oktober 2012

That XX (part.1)



“Geu xx naega motan ge mwoya…
Dodaeche wae naneun gajil su eomneun geoya…
Geu xx neoreul saranghaneun ge anya…
Eonjekkaji babogachi ulgoman isseul goya…”



Dia adalah seorang wanita yang tepat untuk ku, tapi mengapa dia memilih si b******k itu dari pada diri ku yang jelas-jelas telah menyukainya sejak pria itu datang dalam hidupnya. Mungkin memang salah ku juga kenapa pada saat itu aku tidak mengungkapkan perasaan cinta ku ini padanya. Sekarang semua telah terlambat untuk melakukannya, dia sudah bertemu dengan si b******k itu dan memilih si b******k itu untuk menjadi pasangan hidupnya. Seakan didunia ini sudah tidak ada celah dan harapan lagi untuk ku. Roda dunia sudah berhenti dan aku tepat berada dijantung neraka saat ini…
***

Hari minggu ini benar-benar hari yang buruk untuk ku tapi disaat yang bersamaan adalah hari paling bahagia seumur hidup ku. Saat aku sedang bekerja di tempat kerja ku tidak sengaja aku melihat tunangan wanita yang ku cintai sedang berkencan dengan gadis lain di salah satu café yang berada di distrik gangnam. Dia telah melepas cincin tunangannya dengan CL demi berkencan dengan gadis lain. Saat itu seakan hati ku terbagi menjadi dua, aku tidak tahu apakah aku harus menceritakan kejadian ini kepada CL, tapi bila aku bercerita dengannya dia pasti akan membenci ku karena telah mencoba merusak hubungannya dengan Taeyang tapi jelas memang itu yang terjadi, Taeyang telah mengkhianati cinta CL padanya.
Dengan penuh percaya diri aku menghampiri Taeyang dengan gadis itu dimeja nomor empat belas yang terletak disudut ruangan café ini dengan pakaian pelayang yang ku kenakan.
“Mau pesan apa tuan?” tanya ku pada Taeyang yang sedang membaca daftar menu.
“’Aku mau sirloin steak dan orange juice,” lalu ia menatap wanita yang berada didepannya, “Dan kau mau apa sayang?’ tanyanya manis pada wanita itu sambil mengelus wajah wanita itu dengan sentuhan hangatnya.
“Aku juga sama dengan mu, oppa.” Jawabnya dengan nada manis yang menggoda.
“Baiklah aku memesan sirlon steak dan orang juice dua.” Sambil menyebutkan pesanannya Taeyang berbalik kearah ku.
Lalu dengan tatapan sombong dia menyapa ku, “Hei, kau pria yang tinggal bersebelahan dengan arpatemen CL kan?”
“Iya,” jawab ku menahan emosi “Jadi hanya itu pesanan anda, tuan?”
“Benar, cepatlah kami sedang terburu-buru.”, perintahnya sombong.
Aku pun menunduk dan segera menuju dapur untuk membeikan pesanannya kepada koki. Saat pesanan mereka selesai dibuat aku pun segera menyajikan hidangan tersebut dimeja mereka. Ternyata mereka sedang asik memadu kasih dibangku restoran. Aku pun menyajikan pesanan mereka terburu-buru, aku tidak tahan melihat kesakitan CL nanti bila dia mengetahui bahwa tunangan yang dia cintai dan selalu di eluh-eluhkan ternyata mengkhianti cintanyaa dan bahkan telah mencampakkannya secara diam-diam.
Sebelum aku beranjak pergi meninggalkan mereka yang sedang memadu kasih, dengan rasa penasaran aku berbalik lagi kearahnya untuk menanyakan perasaan yang ada dihati ku saat ini.
“Hmm~ Taeyang–shhi bukankah kau sudah bertunangan dengan CL?”, Tanya ku padanya tanpa tending alih-alih.
Dengan menahan tawa dia menjawab pertanyaan ku dengan rasa yang menurut ku tanpa dosa, “Iya aku sudah bertunangan dengannya tapi aku sudah mulai bosan dengan perempuan yang naïf seperti CL mu itu, jadi bolehlah aku bermain sebentar untuk melepas kejenuhan?” jawabnya tanpa senang.
Dengan emosi yang hampir memuncak aku mencoba menahan diri ku untuk tidak bertengkar dengannya, “Bila kau sudah bosan segeralah lepaskan CL, dia wanita yang tidak pantas berpasangan dengan pria b******k seperti diri mu!”
Lagi-lagi dengan nada yang meledek dan tidak serius menanggapi perkataan ku, “Ambillah dia bila aku sudah benar-benar bosan dengannya.”
Belum sempat aku membalasnya tiba-tiba kepala manager restoran memanggil ku, aku pun segera menghampirinya dimeja kasir.
“Siapa pria itu sayang?”, Tanya teman kencan Taeyang dengan rasa penasaran.
“Dia hanya seorang pecundang yang telah lama mencintai CL tapi tak akan bisa mendapatkan CL.”, jawabnya sinis.
Aku pun menguatkan diriku agar tidak terjadi keributan  dan segera menghampiri manager.
Ada apa bos?”, tanya ku saat aku sampai dimeja kasir.
“Tolong antarkan pesanan ini kealamat ini, tadi T.O.P mendadak tidak enak badan, jadi tolong gantikan dia sebentar bisakan GD?”, pinta manager pada ku.
Aku pun melihat alamat yang dituju didalam daftar pesanan, dan ternyata itu adalah alamat arpatemen CL. Ini suatu hal yang benar-benar sangat kebetulan sekali untuk ku. Aku tidak tahan menerima penderitaan ini. Dengan perasaan gundah-gulana aku pun mengantarkan pesanan itu kealamat yang dituju.
Saat aku hendak meninggalkan pesanan sekali lagi aku bertemu Taeyang dengan teman kencannya dipintu keluar. Dia berjalan menghampiri ku dan menatap wajah ku dengan pandangan seperti memandang orang rendahan lalu perlahan dia mendekati ku lalu berbisik kepada ku,
“Jangan coba-coba kau mencampuri urusan pribadi ku!,” ancamnya pada ku.
Dengan langkah yang hampir gontai aku pun mencoba berlalu dan tidak memerdulikan perkataannya tadi.
Taeyang dan teman kencannya pun berlalu dan segera menuju mobil mewahnya yang terparkir didepan café.
Aku merasa putus asa, aku tidak tahan lagi melihat kegilaan ini. Aku tidak tega melihat kebohongan ini, tidak tahan melihat apa yang akan dilakukan CL nanti bila mengetahui bahwa tunangannya sendiri yang telah menghancurkan rasa cintanya.
Saat aku sampai diarpatemen CL ku mencoba memberanikan diri untuk menemuinya dan memantapkan hati ku seolah-olah tadi tidak terjadi apa-apa dicafe. Aku pun sudah berada didepan pintunya, dan lalu memencet bel yang ada didepan pintunya. Bunyi bel pertama tidak ada jawaban, aku pun mencoba membunyikannya untuk kedua kalinya dan tepat setelah bunyi kedua berhenti suara CL pun bergema untuk menjawab panggilan ku.
“Tunggu sebentar.”
Tidak lama CL pun membukakan pintu dan tersenyum pada ku. Dia sedang sibuk menerima telepon dari seseorang, aku pun menaruh pesanannya diatas meja lalu menunggunya untuk membayar pesanannya. Dengan rasa penasaran aku pun mendengarkan percakapan CL dengan seseorang didalam telepon. Dan setelah aku menyimak beberapa pembicaraannya ternyata itu telepon dari Taeyang. Hati ku langsung rapuh karena disaat yang bersamaan aku mengingat kejadian di café tadi.
Setelah CL selesai berbincang dengan Taeyang ditelepon, dia pun menghampiri ku yang sedang menunggunya dimeja ruang tamu.
“Tumben kali ini kau yang datang GD-sshi, biasanya T.O.P yang bertugas mengantarkan makanan?”, tanyanya dengan menyunggingkan senyum manisnya pada ku.
Hati ku semakin teriris saat dia memberikan senyuman manisnya itu, aku akan mengutuk si b******k itu atas apa yang dia lakukan terhadap CL.
Ada apa dengan mu GD? Kenapa kau terdiam?”, tanyanya heran.
“Tidak ada apa-apa CL-sshi.”
“Baiklah ini bayarannya dan kembaliannya kau ambil saja,” dia pun menyodorkan beberapa lembar uang kepada ku.
Aku pun hanya tersenyum lalu bergegas meninggalkan apartemen dengan perasaan yang tidak menentu.
Sesaat sebelum aku meninggalkan apartemen, sentuhan halus CL mendarat tepat ditangan ku. Dia mendaratkan genggamannya dilengan ku dan menahan ku.
“Tunggu sebentar GD, bisakah besok kita berangkat bersama kekampus? “, pintanya.
“Baiklah, besok jam delapan pagi aku tunggu dibawah.”, jawabku dengan bahagia yang tertahan.
CL pun tersenyum pada ku lalu mengangguk untuk mengiyakannya.

Setelah mengantarkan makanan aku pun kembali ke tempat kerja ku. Saat aku hendak masuk kedalam café aku dihadang oleh seorang pria. Aku pun mencoba melihat wajahnya, sebelum aku hendak melihat wajahnya tiba-tiba pria itu sudah memukul wajah ku. Sontak aku pun kaget lalu rubuh didepan pintu masuk. Aku pun langsung bangkit dan segera meluncurkan pukulan ku kearah wajahnya tapi lagi-lagi pukulan ku dihadangnya dan dia segera menarik kerah baju ku,
“GD, awas saja bila kau berani berkata macam-macam kepada CL! Akan ku bunuh kau!”
Ternyata itu adalah Taeyang yang sudah memukul wajah ku. Rupanya setelah dia mengantar temen kencannya dia kembali lagi ke café ini lalu menunggu ku. Dia panik saat tahu tadi aku yang mengantarkan pesanan ke apartemen CL. Rupanya tadi CL sempat memberitahu kedatangan ku padanya. Dengan tawa kecil aku pun mencoba menjawab ancamannya.
“Untuk apa aku berurusan dengan pria b******k seperti mu!”, tantang ku padanya.
“B******k kau GD!”, Taeyang mencoba memukul ku kembali tetapi kali ini pukulannya berhasil ku hindari dan malah sebaliknya aku memukul wajah tampannya itu.
“Aku tidak akan memberi tahu kejadian hari ini kepada CL, tetapi bila kau berani macam-macam dengan CL, kau akan berurusan dengan ku Taeyang!”, ancam ku padanya.
Taeyang bangkit untuk berdiri, dia hanya tertawa geli mendengar ancaman ku tadi.
“Lucu sekali, seorang pecundang seperti mu berani melawan ku?! Bahkan derajat mu saja lebih rendah dari pada binatang! Kau yang akan mati duluan bila kau berkata macam-macam pada CL!”, tuntutnya.
Sebelum aku sempat mengucapkan sepatah kata Taeyang sudah beranjak pergi meninggalkan ku yang hampir babak belur didepan pintu masuk café.
Dia segera menuju mobil sport mewahnya yang terparkir diseberang jalan.
Aku pun masuk kedalam café dengan keadaan yang lumayan buruk. Manager café pun menghampiri ku.
“Apa yang terjadi diluar tadi GD? Aku dengar ada keributan?”, tuntutnya pada ku.
“Tidak terjadi apa-apa bos, hanya kesalah pahaman saja.”, elak ku pada manager.
“Bila benar apa yang kau katakana seperti itu baiklah aku percaya tapi bila sampai merugikan café ini gaji mu bulan ini akan ku potong, dan sekarang cepatlah kembali bekerja, dan jangan lupa obati luka-luka mu GD.”, perintahnya.
Aku hanya mengangguk dan segera berlalu menuju dapur dan melaksanakan pekerjaan ku.
Tidak           terasa hari ini berlalu begitu berat,setelah melihat kejadian tadi pagi,hati ku benar-benar sangat hancur. Aku sangat bersimpati sekali terhadap CL. Dia tidak tahu bahwa tunangan yang selalu dia banggakan dan selalu ia cintai telah melukai hatinya. Aku tidak tahu apakah besok aku akan kuat menghadapi rona kebahagiaan yang terpancar dari diri CL setiap kali dia membahas Taeyang.
Malam ini aku berusaha tidur lebih cepat untuk mempersiapkan diri ku besok.

#saat itu didalam apartemen CL#

Telepon genggam CL terus berdering berkali-kali, disaat yang bersamaan CL sedang tertidur dengan lelapnya. Pada saat deringan yang kedelapan CL pun bangun dan segera melihat layar telepon genggamnya. Dia heran saat melihat nama yang ada dilayar teleponnya, “Seung Ri? Ada apa dia telepon malam-malam begini?”
Belum sempat CL menelepon balik Seung Ri, Seung Ri pun kembali menelepon CL dan CL pun menjawab teleponnya sambil terkantuk-kantuk.
“Annyong-haseyo?”
“CL? Kau ada dimana?”, tanya Seung Ri dengan terburu-buru.
Seung Ri bila kau cuma ingin mengajak ku bercanda ini bukan saat yang tepat! Apakah kau tak tahu jam berapa ini Seung Ri?”,keluh CL dengan kesal.
“Aku tahu CL, aku kira kau sedang bersama Taeyang sekarang?”
“Oppa? Ada apa Seung Ri?”, tanya CL dengan rasa penasaran.
“Kwaench’anayo CL.”,elak Seung Ri pada CL.
“Katakan pada ku yang sejujurnya Seung Ri!”,tuntut CL pada Seung Ri.
“Maaf kan aku, aku tidak bermaksud merusak hubungan mu dengan Taeyang, tetapi barusan aku melihatnya dengan seorang wanita ditempat kerja ku, aku pikir itu kau CL?”,jawab Seung Ri dengan menyesal.
Lama sekali CL terdiam diteleponnya sampai-sampai Seung Ri juga ikut terdiam. Entah sudah berapa lama kediaman yang terjadi didalam telepon sampai tiba saatnya CL berkata,
“Aku yakin itu bukan oppa, dia sedang ada rapat dengan pemegang saham, aku kira kau salah melihat orang Seung Ri.”, elak CL dengan rasa percaya diri yang dipaksakan.
“CL…”, Seung Ri pun tidak bisa berkata apa-apa lagi dia hanya terdiam.
Sesaat terdengar suara isakan tangis yang pelan dari CL. Seung Ri tahu CL sedang bersedih akhirnya dia pun mencoba memutuskan sambungan teleponnya dengan CL dengan sopan, “Maaf CL aku harus melanjutkan pekerjaan ku, Annyong.”
Tanpa berkata-kata lagi Seung Ri langsung memutuskan sambungan teleponnya dengan CL.
CL pun hanya bisa menangis didalam apartemennya dengan perasaan tidak percaya atas cerita yang diceritakan Seung Ri. Dengan perasaan yang tidak menentu CL pun memaksakan dirinya untuk tidak mempercayai cerita Seung Ri. Karena dia percaya Taeyang yang dia cintai tidak seperti itu. Dengan rasa penasaran CL pun akhirnya mencoba menelepon ke ponsel Taeyang tapi setelah ditelepon beberapa kali teleponnya tidak kunjung diangkat. Setelah dia menenangkan diri, CL pun melanjutkan tidurnya dengan gelisah.

#Keesokan paginya di apartemen G Dragon#

Pagi ini aku terbangun lebih awal, sebagian diri ku gelisah dengan apa yang telah aku alami kemarin dan sebagian lagi merasa bahwa aku ini seorang pecundang besar yang payah.
Seperti biasa aku hanya sarapan dengan semangkuk sereal dan bergegas meninggalkan apartemen untuk bertemu CL dibawah. Saat aku tiba dibawah ternyata CL sudah ada lebih dahulu dibawah. Aku hanya tersenyum dan menghampirinya.
“Annyeonghi Jumusyeotseumnikka?”, tanya CL dengan nada ceria seperti biasanya. Tetapi aku merasa sapaannya kali ini terasa dipaksakan, atau itu cuma pendapat ku saja, aku tidak tahu?
“Pagi CL, hanya sedikit kecapekan dengan pekerjaan paruh waktu ku.”
“ Apa  yang terjadi pada mu GD? Luka apa ini?”, CL menyentuh luka memar ku dengan halus. Sontak disaat yang bersamaan aku sedikit meringis karena masih mengalami sedikit rasa sakit. “Aaa~ aku tidak apa-apa CL, hanya kecerobohan ku saja ditempat kerja”,dusta ku pada CL.
“Lain kali kau harus lebih berhati-hati lagi ya GD?”, pintanya sambil mengusap-usap halus rambut ku.
Aku hanya tersenyum mengiyakan. Lalu kami pun berjalan bersama menuju halte bus untuk pergi kekampus.
Disepanjang jalan CL lebih banyak mendominasi percakapan, dia menceritakan tentang beberapa hasil lukisan muralnya yang akan dipamerkan dibalai kota pada akhir pekan ini, lalu tugas dan teman-teman kuliahnya dan sampai pada akhirnya dia bercerita tentang si b******k itu.
Ditengah cerita mengenai Taeyang raut wajah CL tampak begitu sedih tetapi rasa sedih itu berusaha dia tahan.
“GD?”, tiba-tiba CL memandang ku dengan raut wajah yang seakan ingin menahan tangis. Karena tidak kuasa melihat kegundahannya aku pun mencoba merangkul CL kedalam pelukan ku. Dia pun memendamkan wajahnya ke bahu ku, lalu ia pun menceritakan kerisahan hatinya pada ku.
“Aku mendengar kabar yang tidak enak untuk ku dengar, Seung Ri menelepon ku  tadi malam, dia berkata bahwa dia telah melihat oppa bersama wanita lain ditempat hiburan malam, mereka kelihatan mesra sekali…”, mendadak cerita CL terhenti dan setetes air mata CL telah membasahi bahu ku.
Yang bisa ku lakukan hanyalah menenangkan dirinya, aku takut bila aku bilang juga padanya tentang Taeyang dia akan lebih kalut.
“CL-sshi sudahlah kuasai diri mu.”
“Tidak GD, aku yakin yang dilihat Seung Ri bukanlah oppa melainkan orang lain aku sangat yakin.”, ucapnya dengan penuh percaya diri. “Oppa tidak mungkin seperti itu, dia orang yang baik-baik dan dia hanya akan selalu mencintai ku, benarkan GD?”, mendadak CL pun menatap ku dan menghapus air mata yang sempat membasahi wajahnya.
Saat dia menatap ku dengan mata polosnya seketika itu juga amarah ku memuncak, aku cengkram erat bahu CL dan menatap matanya dalam-dalam.
“Cukup CL-sshi! Aku muak melihat mu seperti ini! Sudah tolong hentikan! Setiap kali kau membicarakan si b******k itu aku selalu menahan amarah ku, tetapi untuk kali ini tidak!”, ku tatap lagi wajah CL yang terlihat kebingungan, “Mulai saat ini kau berpikirlah secara positif, si b******k itu tidak pantas untuk mu! Perhatikan disekeliling mu, banyak orang yang sangat mencintai mu dan rela mempertaruhkan hidupnya demi melihat mu selalu tersenyum dan selalu bahagia.”
“Kau? Kau bicara apa GD? Apa maksud mu? Aku benar-benar mencintai oppa, itu hanya gossip belaka, sudah lupakan kejadian yang tadi GD, kumohon?”
“Apa kata mu? Cinta? Apakah kau yakin si b******k itu juga benar-benar mencintai mu, bukannya hanya memanfaatkan mu?”
“Cukup GD! Aku benci pada mu!”, CL pun menghentikan bus lalu segera bergegas turun sementara aku hanya bisa menahan marah ku terhadap si b******k itu.
Tanpa sadar air mata ku menetes dari sudut mata ku, mata ku mulai memerah dan terasa perih tetapi perih mata ku tidaklah seperih hati ku yang memang sudah perih menjadi lebih perih lagi mendengar pernyataan CL tadi. Aku benar-benar mengutuk si b******k itu karena telah melukai hati wanita yang sudah lama ku cintai.

#To Be Continue

Tidak ada komentar:

Posting Komentar