Minggu, 09 November 2014

Psikologi Manajemen Tugas 2



Teori Motivasi

a. Hiraki Kebutuhan Maslow ( dari Abraham Maslow)      

Hipotesinya adalah didalam semua manusia adalah jenjang kebutuhan Fisiologis, kebutuhan makanan, minuman, tempat tinggal dan sembuh dari rasa sakitKeamanan dan keselamatan, kebutuhan untuk mendapatkan keamanan dan keselamatan terhadap kerugian fisik dan emosional atau dari kejadian dan lingkungan yang mengancam.

Rasa memiliki, sosial dan kasih sayang, kebutuhan atas persahabatan, berkelompok, interaksi dan kasih sayang.

Perhargaan, Kebutuhan atas harga diri dan penghargaan dari lingkunagn internal maupun eksternal

Aktualisasi diri, adalah kebutuhan untuk memenuhi diri sendiri memalui memaksimumkan  kemampuan, keahlian dan potensi

 Maslow membagi kebutuhan  menjadi
kebutuhan order rendah : untuk kebutuhan yang dipenuhi secara eksternal (fisiologis serta keamanan dan keselamatan)
Kebutuhan order tinggi : kebutuhan yang terpenuhi secara internal  dari dalam diri sendiri (kebutuhan sosial, penghargaan dan akutailisasi diri)

Teori Maslow ini beranggapan bahwa orang akan memuaskan kebutuhan yang mendasar terlebih dahulu sebelum mengarahkan perilaku dalam memuaskan kebutuhan yang lebih tinggi.
Sehingga seorang manajer yang ingin memotivasi karyawan harus mengetahui berada dimana kebutuhan yang sudah terpuaskan. Karena kebutuhan yang sudah terpuaskan akan berhenti memotivasi seseorang.

Tambahan berkaitan dengan perbedaan kebutuhan invidudu manajer menghadapi masalah dimana kebutuhan , gaya kerja, etika kerja berbeda –beda antar budaya.

b. Teori X Dan Teori Y

Douglas McGregor mengemukakan dua pandangan yang jelas berbeda mengenai manusia , secara dasar negatif : TEORI X dan  yang pada dasarnya positif : TEORI Y.
Menurut Teori X :
Karyawan tidak menyukai kerja dan bilamana dimungkinkan akan mencoba menghindari
Karena karyawan tidak menyukai kerja mereka harus dipaksa, diawasi atau diancam dengan hukuman untuk mencapai tujuan.
Karyawan akan menghindari tanggung jawab dan mencarai pengarahan formal bilamana dimungkinkan
Kebanyakan karyawan menaruh keamanan diatas semau faktor lain yang dikaitkan dengan kerja dan memperagakan ambisinya sedikit saja.

Menurut Teori Y:
Karyawan dapat memandang kerja sama wajarnya dengan istirahat atau bermain,
Orang-orang akan akan menjalankan pengarahan diri dan pengawasan diri jika mereka janji terlibat pada sasaran-sasaran
Rata-rata orang dapat belajar untuk menerima baik, bakan mengusahakan dan tanggung jawab
Kemampuan untuk mengambil keputusan inovatif tersebar luas dalam populasi dan tidak hanya milik mereka yang ada dalam posisi manajemen.




c. Teori Motivasi – Pemeliharaan Dari Herzberg

Faktor-faktor penyebab kepuasan kerja mempunyai pengaruh pendorong bagi prestasi dan semangat kerja, sedang factor penyebab ketidak puasan  kerja mempunyai pengaruh negatif.
Motivators mempunyai pengaruh meningkatkan prestasi atau kepuasan kerja.
Faktor pemelihara mencegah merosotnya semangat atau efisiensi. Perbaikan pada factor pemelihara akan mengurangi atau menghilangkan ketidak puasan kerja,

Faktor Pemuas dan Pemeliharaan Dalam Kerja

Faktor Pemuas
Faktor Pemelihara

Prestasi
Kebijakan dan administrasi perusahaan
Penghargaan
Kualitas pengendalian teknik
Pekerjaan kreatif dan menantang
Kondisi kerja
Tanggung jawab
Hubungan kerja
Kemajuan dan penjngkatan
Status pekerjaan

Keamanan kerja

Kehidupanpribadi

Penggajian




PRILAKU KEPEMIMPINAN
Menurut Duncan, dalam kepemimpinan ada beberapa prilaku yang kita kenal, namun secara umum dibagi tiga yaitu :

1. Otokratis
 Gaya kepemimpinan Otokratis pada dasarnya adalah gaya kepemimpinan dimana pemimpin banyak mempengaruhi atau menentukan perilaku bawahannya. Dalam gaya ini pemimpin banyak memperhatikan pencapaian tujuan, oleh karena ini gaya ini lebih banyak menentukan apa yang harus dicapai dan bagaimana mencapainya.
Gaya ini biasanya digunakan oleh Pemimpin yang memiliki status yang tinggi, seorang yang berkuasa dan memiliki kemampuan untuk membuat keputusan.
 Tipe pemimpin otokratis :
Tipe pemimpin ini menganggap bahwa pemimpin adalah merupakan suatu hak.

Ciri-ciri pemimpin tipe ini adalah sebagai berikut :
Menganggap bahwa organisasi adalah milik pribadi
Mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi.
Menganggap bahwa bawahan adalah sebagai alat semata-mata
Tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat dari orang lain karena dia menganggap dialah yang paling benar.
Selalu bergantung pada kekuasaan formal
Dalam menggerakkan bawahan sering mempergunakan pendekatan (Approach) yang mengandung unsur paksaan dan ancaman.
Dari sifat-sifat yang dimiliki oleh tipe mimpinan otokratis tersebut di atas dapat diketahui bahwa tipe ini tidak menghargai hak-hak dari manusia, karena tipe ini tidak dapat dipakai dalam organisasi modern.

2. Demokratis
Gaya kepemimpinan demokratis adalah gaya yang lebih banyak menekankan partispasi bawahan atau orang yang dipimpinnya dalam menentukan suatu keputusan. Para bawahan diberikan kesempatan untuk menentukan apa yang akan dicapai dan bagaimana mencapainya. Gaya kepemimpinan in berasumsi bahwa pikiran pendapat orang banyak jauh lebih baik daripada pendapat diri sendiri, selain itu akan berdampak pada tanggungjawab pelaksanaannya.
 Tipe Kepemimpinan Demokratis ;
Dari semua tipe kepemimpinan yang ada, tipe kepemimpinan demokratis dianggap adalah tipe kepemimpinan yang terbaik. Hal ini disebabkan karena tipe kepemimpinan ini selalu mendahulukan kepentingan kelompok dibandingkan dengan kepentingan individu.
Beberapa ciri dari tipe kepemimpinan demokratis adalah sebagai berikut:

Dalam proses menggerakkan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia itu adalah mahluk yang termulia di dunia.
 Selalu berusaha menselaraskan kepentingan dan tujuan pribadi dengan kepentingan organisasi.
Senang menerima saran, pendapat dan bahkan dari kritik bawahannya.
Mentolerir bawahan yang membuat kesalahan dan berikan pendidikan kepada bawahan agar jangan berbuat kesalahan dengan tidak mengurangi daya kreativitas, inisyatif dan prakarsa dari bawahan.
Lebih menitik beratkan kerjasama dalam mencapai tujuan.
Selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses daripadanya.
Berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin.

Dari sifat-sifat yang harus dimiliki oleh pemimpin tipe demokratis, jelaslah bahwa tidak mudah untuk menjadi pemimpin demokratis.


3. Permisif

Pemimpin dengan gaya kepemimpinan permisif akan selalu berkeinginan untuk membuat setiap orang yang berada dalam kelok puas. Gaya ini menganggap bahwa bila orang-orang merasa puas dengan diri mereka sendiri dan orang lain, maka dengan demikian organisasi akan berfungsi. Pemimpin yang permisif menginginkn agar setiao orang merasa senang dalam organisasi. Gaya kepemimpinan seperti ini akan mengurangi turnover karyawan.

. Tipe pemimpin permisif :

Pemimpin yang memberikan kebebasan, tidak konsisten, sehingga bawahan tidak mempunyai pegangan, cirinya adalah:
tidak ada pegangan yang kuat dan kepercayaan rendah pada diri sendiri
mengiyakan semua saran
lambatdalam membuat keputusan
banyak mengambil muka kepada bawahan
ramah dan tidak menyakiti bawahan

Minggu, 12 Oktober 2014

PSIKOLOGI MANAJEMEN - TUGAS 1




I.                   UNSUR PSIKOLOGI DALAM MANAJEMEN
Manajemen dioperasikan dengan rumusan POAC (Planning, Organizing, Actuating and Conrolling). Untuk bisa menjalankannya membutuhkan perilaku dari manusia dan dalam manusia pasti ada unsur psikologis. Berikut ini adalah unsur psikologis yang dibutuhkan untuk melakukan POAC :
Ø  Planning :
Unsur psikologis yang dibutuhkan dalam planning adalah unsur kognitif (kemampuan berpikir), karena di dalam planning ada penentuan tujuan, strategi dan taktik untuk kemajuan organisasi/ perusahaan yang membutuhkan kemampuan berpikir yang baik.
Ø  Organizing :
Unsur psikologis yang dibutuhkan dalam organizing adalah unsur kognitif (kemampuan berpikir), karena dalam organizing dilakukan penyusunan struktur organisasi dan bagaimana strategi dan taktik yang telah ditentukan sebelumnya dalam planning dapat berjalan dengan baik maka sangat dibutuhkan kemampuan berpikir yang baik.
Ø  Actuating :
Actuating adalah proses memotivasi agar semua pihak yang terlibat dapat menjalankan tanggungjawabnya dengan penuh kesadaran dan produktifitas yang tinggi, sehingga unsur psikologis yang dibutuhkan adalah unsur sikap kerja
(kemampuan menanggapi tuntutan pekerjaan) yang baik serta produktif dan unsur kepribadian (kemampuan mengelola diri pribadi) sehingga dalam menjalankan tanggungjawabnya penuh dengan kesadaran dan menghasilkan pekerjaan yang memuaskan.
Ø  Controlling :
Unsur psikologis yang dibutuhkan dalam controlling adalah unsur kognitif dan juga unsur sikap kerja, karena dalam controlling dibuthkan pemikiran untuk mengevaluasi keberhasilan dan juga untuk mencari solusi terhadap tujuan yang tidak bisa di capai.

II. PERILAKU YANG MUNCUL DALAM MANAJEMEN
Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan dalam POAC berdasarkan unsur psikologis yang terdapat di dalamnya.
1. Planning (Perencanaan)
Beberapa hal yang dapat dilakukan dalam planning adalah:
·         Merencanakan tentang apa yang harus dikerjakan, kapan, dan bagaimana melakukannya
·         Membatasi sasaran dan menetapkan pelaksanaan kerja untuk mencapai efektivitas maksimal melalui proses penentuan target
·         Mengumpulkan dan menganalisis informasi
·         Mengembangkan alternatif-alternatif
·         Mempersiapkan dan mengomunikasikan rencana-rencana dan keputusan-keputusan
·         Menyusun anggaran
·         Menetapkan kebijakan
·         Menetapkan maksud dan tujuan
·         Mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan
2. Organizing (Pengorganisasian)
Beberapa hal yang dapat dilakukan dalam organizing adalah:
·         Pembagian kerja
·         Menyusun satuan-satuan organisasi yang akan diserahi bidang kerja tertentu atau fungsi tertentu
·         Mengoordinasi secara efektif
3. Actuating (Penggerakan/Memimpin)
Beberapa hal yang dapat dilakukan dalam actuating adalah:
·         Memberikan motivasi kerja
·         Memberikan bimbingan
·         Memberikan pengarahan
4. Controlling (Pengawasan)
Beberapa hal yang dapat dilakukan dalam controlling adalah:
·         Menetapkan standar pelaksanaan pekerjaan
·         Melakukan pengukuran hasil pelaksanaan atau pelaksanaan pekerjaan
·         Membandingkan hasil pelaksanaan atau pelaksanaan pekerjaan dengan standar kerja
·         Mengoreksi atau meneliti
·         Mengadakan perbaikan jika menemukan penyimpangan terhadap standar dan rencana.


III.             SISTEM MANAJEMEN

Di bawah ini merupakan sistem manajemen yang terdapat di salah satu perusahaan yang berada di bekasi timur.

1. Logistik : Barang dikirim seminggu dua kali. Barang-barang tersebut dikirimkan ke toko-toko yang berada di jati asih dan pondok gede.

2. Display : Barang-barang diletakkan di beberapa lemari yang sudah di di siapkan. Ada sekitar 8 jenis sample barang yang berada di lemari tersebut.  Barang- barang yang diletakan adalah barang – barang yang sudah di pasarkan. Tujuan mengapa barang tersebut di letakkan agar konsumen dapat melihat apa saja produk baru sudah ada.

3. SDM ( Sumber Daya Manusia ) : Seleksi karyawan dilakukan terhadap individu- individu yang sudah berpengalaman di bidang tersebut. Total dari semua jumlah karyawan ada 24 orang. Mereka bekerja dari jam 8 pagi hingga setengah 4 sore.

4. Keuangan : Omset nya seharga 25 juta kemudian dilakukan pembelanjaan bahan, setelah itu diolah menjadi barang kemudian dipasarkan. Hasil keuntungan pendapatan yang di dapat sekitar 3 juta.

5. Keamanan : Tidak ada satpam yang menjaga namun terdapat cctv yang dipasangkan di beberapa tempat. Namun karyawan tetap diminta untuk selalu waspada dan berhati-hati terhadap orang asing yang masuk.



Senin, 30 Juni 2014

PEKERJAAN & WAKTU LUANG DAN SELF-DIRECTED CHANGERS



NAMA  : HILLA APRILLA M
KELAS : 2PA 11
NPM   : 13512478



PEKERJAAN DAN WAKTU LUANG


Pekerjaan secara umum didefinisikan sebagai sebuah kegiatan aktif yang dilakukan oleh manusia. Dalam arti sempit, istilah pekerjaan digunakan untuk suatu tugas atau kerja yang menghasilkan sebuah karya bernilai imbalan dalam bentukuang bagi seseorang. Dalam pembicaraan sehari-hari istilah pekerjaan dianggap sama dengan profesi. Pekerjaan yang dijalani seseorang dalam kurun waktu yang lama disebut sebagai karier.Seseorang mungkin bekerja pada beberapa perusahaan selama kariernya tapi tetap dengan pekerjaan yang sama.
 Sukadji (2000) melihat arti istilah waktu luang dari 3 dimensi. Dilihat dari dimensi waktu, waktu luang dilihat sebagai waktu yang tidak digunakan untuk “bekerja”; mencari nafkah, melaksanakan kewajiban, dan mempertahankan hidup. Dari segi cara pengisian, waktu luang adalah waktu yang dapat diisi dengan kegiatan pilihan sendiri atau waktu yang digunakan dan dimanfaatkan sesuka hati. Dari sisi fungsi, waktu luang adalah waktu yang dimanfaatkan sebagai sarana mengembangkan potensi, meningkatkan mutu pribadi, kegiatan terapeutik bagi yang mengalami gangguan emosi, sebagai selingan dan hiburan, sarana rekreasi, sebagai kompensasi pekerjaan yang kurang menyenangkan, atau sebagai kegiatan menghindari sesuatu.
Menurut Chris Bull dalam bukunya yang berjudul an introduction to leisure studies menjelaskan pengertian waktu luang adalah jika seseorang sedang tidak bekerja, maka ia memiliki waktu luang. Dengan kata lain: waktu luang=tidak bekerja.
Berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Tolrkildsen Gorge (1992) dalam bukunya Leisure and Recreation Management, waktu luang dimulai sejak revolusi industri yang terjadi di abad ke 20, hingga kini telah tercatat  beragam defenisi mengenai waktu luang, antara lain:
o   Waktu luang sebagai waktu
o   Waktu luang sebagai aktivitas
o   Waktu luang sebagai suatu suasana hati atau sikap mentalyang positif
o   Waktu luang sebagai sesuatu yang memiliki arti yang luas
o   Waktu luang sebagai suatu cara untuk hidup
o   Mengubah Sikap Terhadap Pekerjaan


A.    Mengubah Sikap Terhadap Pekerjaan

Pekerjaan dinilai sebagai kegiatan manusia yang diarahkan untuk kemajuan manusia, baik kemajuan rohani maupun jasmani. Pekerjaan memerlukan pemikiran yang sadar sehingga bisa dengan bebas dapat mengarahkan kegiatannya kepada suatu tujuan tertentu. Dan tujuan yang dicari dalam pekerjaan yaitu menjadikan pekerja menjadi “baik”,, baik disini maksudnya adalah menjadikan pekerja lebih terpenuhi kebutuhan hidupnya an keluarganya, dan mereka menghindari aktifitas mereka yang menjadikan mereka “buruk”. Dan disini atasan  pun berperan penting dalam mengubah sikap karyawan mereka agar dapat bekerja lebih keras dan mencapai kinerja pekerjaan yang lebih tinggi. Karyawan diusahakan supaya menyukai pekerjaan yang ia dapatkan agar dapat menghasilkan kinerja yang baik. Manajer dalam mengubah sikap karyawan juga harus memiliki kemampuan yang tepat, misalnya diberi bonus jika bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Diberikan reward dan punishment kepada karyawan tersebut, sehingga memunculkan sikap take and give.
                                                                                                                    
o   Menjelaskan apa yang dicari dalam pekerjaan: Ketika seseorang memiliki tujuan yang jelas dalam hidupnya, dia tahu persis apa yang ingin dicari, dan pekerjaan menjadi sebuah alat untuk mencapai apa yang menjadi misi hidupnya, di situlah antusiasme, energi positif akan muncul.  seseorang harus memaknai sebuah pekerjaan tidak semata-mata karena uang, melainkan ada hal yang lebih mulia di balik itu semua.

o   Fungsi psikologis dari pekerjaan : Penggunaan psikologi dalam dunia dimaksudkan agar orang lebih efisien memecahkan masalah-masalah personal yang ada di lingkungan kerjanya.


B.     Proses Memilih Pekerjaan

Meskipun apa kata orang tentang memiliki pekeraan untuk hidup. Itu mungkin g bahwa setiap orang bekerja keras untuk uangnya sendiri. Survei membuktikan kebanyakan orang akan melanjutkan pekerjaanya bahkan jika mereka memiliki cukup uang untuk hidup nyaman seumur hidupnya (Renwick&Lawler,1978). Kenyataanya adalah bekerja itu meenuhi kebutuhan psikologis dan social yang penting. Rasa pemenuhan pribadi, orang membutuhkan perasaan kalau mereka tumbuh, mempelajarai keahlian baru, dan mencapai sesuatu yang berharga ketika perasaan ini kurang, mereka mungkin pindah ke pekerjaan yang menjanjikan pencapaian yang lebih atau hasil yang jelas.

o   Menjelaskan Fase – Fase Identitas Pekerjaan :  Proses perkembangan dalam pemilihan pekerjaan bagi individu dijelaskan oleh Donald Super. Perkembangan pemilihan karier pekerjaan dibagi menjadi lima tahap, yaitu :

a)      Cristalization : Individu berusaha mencari berbagai bekal ilmu pengetahuan dan keterampilan melalui pendidikan formal dan nonformal untuk persiapan masa depan hidupnya.

b)      Spesification : Individu akan meneruskan pendidikannya pada jenjang khusus yang sesuai dengan minat-bakatnya. Masa spesifikasi ini lebih mengarah pada jalur pendidikan yang menjurus pada taraf professional atau keahlian.

c)      Implementatio : Individu mulai menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh pada masa sebelumnya, secara nyata dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan bidang keahlian atau profesi nya. Misalnya setelah ia lulus dalam pendidikan psikologi nya ia berprofesi sebagai seorang psikolog.

d)     Stabilization : Individu menekuni bidang profesinya sampai benar-benar ahli di bidangnya sehingga individu dapat mencapai prestasi puncak. Taraf ini ditandai dengan prestasi individu menduduki posisi penting.

e)      Consolidation : Setelah mencapai puncak karier, individu mulai memikirkan kembali sesuatu yang telah dilakukan selama ini baik yang berhasil maupun yang gagal.

C. Memilih Pekerjaan Yang Cocok
Memilih pekerjaan merupakan salah satu keputusan terpenting dalam hidup Anda. Keputusan tersebut sekaligus menentukan status hidup, tingkat kesehatan dan kebahagiaan Anda. Berikut empat aspek yang perlu diperhitungkan dalam menentukan pekerjaan yang tepat dalam hidup Anda:

1. Minat dan kemampuan : Memilih karir dan pekerjaan yang tepat haruslah berdasar pada minat, bakat dan kemampuan. Semuanya harus dimiliki secara bersamaan. Salah satu cara terbaik untuk menemukan keunggulan dan minat pribadi adalah dengan mengikuti sejumlah tes yang bisa Anda ikuti secara gratis secara online. Hal itu dapat membantu Anda menemukan pekerjaan yang sesuai dengan minat dan bakat Anda.

2. Suasana kerja : Situasi di tempat kerja merupakan salah satu faktor penting saat Anda memilih karir pribadi. Pertimbangkan waktu kerja Anda, apakah sesuai dengan keinginan Anda. Perhatikan suasana dan ketentuan-ketentuan di tempat kerja Anda agar di kemudiah hari Anda senang menjalani karir tersebut.

3. Gaji : Setelah menemukan pekerjaan yang sesuai dengan keinginan dan kemampuan, aspek lain yang perlu Anda perhitungkan tentu saja pendapatan per bulan. Carilah pekerjaan dengan gaji yang sesuai dengan kebutuhan Anda dan memuaskan keinginan pribadi.

4. Stabilitas pekerjaan tersebut : Salah satu aspek yang tak kalah penting dalam memilih pekerjaan di masa depan adalah stabilitas industri tersebut. Kadang meskipun Anda mencintai pekerjaan itu dengan gaji yang menjanjikan, belum tentu industri tersebut mampu bertahan dalam jangka waktu panjang. Sejumlah lowongan pekerjaan di bidang tertentu dapat tumbuh hingga dua atau tiga kali lipat dalam beberapa tahun ke depan. Tapi tidak semua sektor bisnis mampu bertahan selama itu. Artinya, pelajari pasar tenaga kerja dan baik lalu pilihlah pekerjaan yang dapat bertahan lama. Selain itu, pekerjaan tersebut haruslah sesuai dengan kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang. 

o   Menjelaskan Hubungan Antara Karakteristik Pribadi & Karakteristik Pekerjaan Dalam Memilih Pekerjaan yang Cocok :  Dari sisi pegawai, jika kita terseleksi dalam pekerjaan yang kurang cocok dengan potensi psikologis yang kita miliki, akan timbul ketidaknyamanan dalam bekerja, kurang termotivasi, bahkan dapat enimbulkan stress kerja, yang pada akhirnya membuat kita keluar dari pekerjaan tersebut. Oleh sebab itu kita membutuhkan psikotes untuk melihat sejauh mana potensi psikologis kita agar tidak salah memilih pekerjaan. Sedangkan dari sisi perusahaan, menemukan orang yang tepat merupakan upaya yang sangat sulit yang selalu dihadapi. Dari sisi perusahaan, biaya seleksi dan pelatihan yang dibutuhkan akan sangat mahal, tidak efisien, menurunkan motivasi, serta masih ditambah biaya untuk seleksi dan pelatihan orang yang akan menggantikan karyawan tersebut. Oleh sebab itu dari proses seleksi perusahaan mengadakan tes psikotes untuk melihat potensi psikologis dan kepribadian sang calon karyawan tersebut.


D.    Penyesuaian Diri Dalam Pekerjaan
Bentuk penyesuaian ketiga yang perlu dilakukan adalah penyesuaian diri terhadap jenis pekerjaan yang telah dipilihnya. Tak dapat dibantah lagi, bahwa faktor yang paling mempengaruhi proses penyesuaian diri seseorang dengan pekerjaannya adalah sikap pekerja itu sendiri. Havighurst, dalam studinya tentang sikap pekerja terhadap pekerjaannya menyimpulkan bahwa ia dapat dikelompokkan menjadi dua kategori umum, yaitu:
a)      Sikap kerja yang menopang-masyarakat, pekerja yang bersikap menopang masyarakat dalam dirinya kurang atau tidak berminat akan kerjanya dan hanya memperoleh sedikit kepusan kerja. Orang yang seperti ini sering kali memandang pekerjaannya sebagai beban yang berat dan tidak menyenangkan dan memandang hari depan hanya agar cepat menjalani masa pensiun.
b)      Sikap kerja yang melibatkan ego, para pekerja yang dalam bekerja melibatkan ego, biasanya memperoleh kepuasan pribadi yang lebih besar. Bagi beberapa orang, bekerja merupakan dasar harga diri dan kebanggaan. Karena bekerja dianggap sebagai suatu yang penting, dan mereka ketakutan apabila suatu saat ia dipaksa untuk pensiun.

Wexley dan Yukl : mengartikan kepuasan kerja sebagai “the way an employee feels about his or her job”. Artinya bahwa kepuasan kerja adalah cara pegawai merasakan dirinya atau pekerjaannya. dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja adalah perasaan yang menyokong atau tidak menyokong dalam diri pegawai yang berhubungan dengan pekerjaan maupun kondisi dirinya. Perasaan yang berhubungan dengan pekerjaan melibatkan aspek-aspek seperti upaya, kesempatan pengembangan karier, hubungan dengan pegawai lain, penempatan kerja, dan struktur organisasi. Sementara itu, perasaan yang berhubungan dengan dirinya antara lain berupa umur, kondisi kesehatan, kemampuan dan pendidikan.


E. Waktu Luang

Dalam bahasa Inggris waktu luang dikenal dengan sebutan leisure. Sedangkan kata leisure berasal dari bahasa latin licere, yang mempunyai arti diizinkan (to be permitted) atau menjadi bebas (to be free). Oleh karena itu loisir yang berasal dari bahasa Perancis mengandung arti waktu luang (free time). Jadi secara keseluruhan, waktu luang dapat didefinisikan sebagai terlepas dari segala tekanan (freedom from constraint), adanya kesempatan untuk memilih (opportunity to choose), waktu yang tersisa usai kerja (time left over after work) atau waktu luang setelah mengerjakan segala tugas sosial yang telah menjadi kewajiban (free time after obligatory social duties have been met).

o   Menjelaskan Bagaimana Menggunakan Waktu Luang secara Positif : Meluangkan waktu itu ternyata penting dan banyak cara/kegiatan positif yang bisa dilakukan untuk mengisi waktu luang. Misalnya olahraga, jalan-jalan, melakukan hobby, atau ngeblog. Selain itu, mengisi waktu luang setelah kesibukan yang mendera ibarat bayaran dari pekerjaan itu sendiri. Kita tidak pernah menduga kalau kegiatan yang dilakukan di saat waktu luang bisa juga menghasilkan atau mendapat penghargaan. Siapa yang tahu kalau suatu saat nanti, kegiatan yang dilakukan di waktu luang, bisa menjadi penghasilan terbesar. Berikut ini tips dan triknya:
a)      Jangan pernah terjebak dgn waktu. Bukan waktu yg mengatur kita, tapi kitalah yang mengatur waktu
b)      Coba sesuatu yang baru yang tidak menyita waktu kerja. Misalnya dengan menulis di smartphone yang kita miliki
c)      Tentukan prioritas. Dengan prioritas bisa diketahui mana yang mendesak, mana yang kurang. Tanpa prioritas, waktu terbuang percuma.
d)     Buat yang super sibuk, buatlah agenda yang harus ditaati. Masukkan waktu bekerja, waktu untuk keluarga, dan waktu untuk diri sendiri.
e)      Pastikan dalam agenda, 50 persen waktu yang dilakukan adalah untuk kegiatan positif atau produktif.
f)       Jangan melakukan pekerjaan/hal yang lain sebelum menuntaskan pekerjaan yang lebih dulu dilakukaN.


SELF – DIRECTED CHANGERS

A.    Konsep dan Penerapan Self-directed changes :

a)      Meningkatkan kontrol diri: mendasarkan diri pada kesadaran bahwa pada setiap manusia memiliki kemampuan untuk mengembangkan dirinya sesuai dengan kondisi yang dimiliki setiap manusia. Itu dapat terjadi sebagai akibat perubahan dalam struktur kognitif yang dihasilkan oleh perubahan struktur kognitif itu sendiri atau perubahan kebutuhan juga adanya motivasi internal serta belajar yang efektif.

b)     Menetapkan tujuan: dimaksudkan untuk menjaga individu agar tetap tertuju pada proses pembelajaran, dalam arti dapat mengetahui dan mampu secara mandiri menetapkan mengenai apa yang ingin dipelajari dalam mencapai kesehatan mental, serta tahu akan kemana tujuan hidupnya, cakap dalam mengambil keputusan dan mampu berpartisipasi di masyarakat dan akan mampu mengarahkan dirinya.

c)      Menyusun konsekuensi yang efektif: pemahaman dalam arti sehat mental dapat menentukan perubahan pada individu dalam melakukan mobilitas untuk melakukan segala sesuatu aktifitas –aktifitas yang dilakukan oleh manusia, dalam menanggapi stimulus lingkungan, yang meliputi aktivitas motoris, emosional,dan kognitif dalam mencapai kematangan mental.

d)     Menerapkan perencana intervensi: membawa perubahan, tentunya pada perubahan yang lebih baik. Dalam arti pemahaman nilai-nilai, karakter / watak, dan cara cara berperilaku secara individual. Dalam arti kita harus lebih memahami cara berperilaku pada kegiatan proses pembentukan watak dan pembelajaran secara terencana.

e)      Evaluasi:  faktor yang penting untuk mencapai kematangan pribadi, sedangkan salah satu faktor penting untuk mengetahui keefektivan adalah evaluasi baik terhadap proses maupun hasil pembelajaran.