Teori Motivasi
a. Hiraki Kebutuhan
Maslow ( dari Abraham Maslow)
Hipotesinya
adalah didalam semua manusia adalah jenjang kebutuhan Fisiologis, kebutuhan makanan, minuman, tempat tinggal dan sembuh
dari rasa sakitKeamanan dan keselamatan,
kebutuhan untuk mendapatkan keamanan dan keselamatan terhadap kerugian fisik
dan emosional atau dari kejadian dan lingkungan yang mengancam.
Rasa memiliki, sosial dan kasih sayang, kebutuhan atas
persahabatan, berkelompok, interaksi dan kasih sayang.
Perhargaan, Kebutuhan atas harga diri dan penghargaan dari
lingkunagn internal maupun eksternal
Aktualisasi diri, adalah kebutuhan untuk memenuhi diri sendiri memalui
memaksimumkan kemampuan, keahlian dan
potensi
Maslow membagi kebutuhan menjadi
kebutuhan
order rendah : untuk kebutuhan yang dipenuhi secara eksternal (fisiologis serta
keamanan dan keselamatan)
Kebutuhan
order tinggi : kebutuhan yang terpenuhi secara internal dari dalam diri sendiri (kebutuhan sosial,
penghargaan dan akutailisasi diri)
Teori
Maslow ini beranggapan bahwa orang akan memuaskan kebutuhan yang mendasar
terlebih dahulu sebelum mengarahkan perilaku dalam memuaskan kebutuhan yang
lebih tinggi.
Sehingga
seorang manajer yang ingin memotivasi karyawan harus mengetahui berada dimana
kebutuhan yang sudah terpuaskan. Karena kebutuhan yang sudah terpuaskan akan
berhenti memotivasi seseorang.
Tambahan
berkaitan dengan perbedaan kebutuhan invidudu manajer menghadapi masalah dimana
kebutuhan , gaya kerja, etika kerja berbeda –beda antar budaya.
b. Teori X Dan Teori Y
Douglas
McGregor mengemukakan dua pandangan yang jelas berbeda mengenai manusia ,
secara dasar negatif : TEORI X
dan yang pada dasarnya positif : TEORI Y.
Menurut
Teori X :
Karyawan
tidak menyukai kerja dan bilamana dimungkinkan akan mencoba menghindari
Karena
karyawan tidak menyukai kerja mereka harus dipaksa, diawasi atau diancam dengan
hukuman untuk mencapai tujuan.
Karyawan
akan menghindari tanggung jawab dan mencarai pengarahan formal bilamana
dimungkinkan
Kebanyakan
karyawan menaruh keamanan diatas semau faktor lain yang dikaitkan dengan kerja
dan memperagakan ambisinya sedikit saja.
Menurut
Teori Y:
Karyawan
dapat memandang kerja sama wajarnya dengan istirahat atau bermain,
Orang-orang
akan akan menjalankan pengarahan diri dan pengawasan diri jika mereka janji
terlibat pada sasaran-sasaran
Rata-rata
orang dapat belajar untuk menerima baik, bakan mengusahakan dan tanggung jawab
Kemampuan
untuk mengambil keputusan inovatif tersebar luas dalam populasi dan tidak hanya
milik mereka yang ada dalam posisi manajemen.
c. Teori Motivasi – Pemeliharaan Dari Herzberg
Faktor-faktor
penyebab kepuasan kerja mempunyai pengaruh pendorong bagi prestasi dan semangat
kerja, sedang factor penyebab ketidak puasan
kerja mempunyai pengaruh negatif.
Motivators
mempunyai pengaruh meningkatkan prestasi atau kepuasan kerja.
Faktor
pemelihara mencegah merosotnya semangat atau efisiensi. Perbaikan pada factor
pemelihara akan mengurangi atau menghilangkan ketidak puasan kerja,
Faktor
Pemuas dan Pemeliharaan Dalam Kerja
|
Faktor
Pemuas
|
Faktor
Pemelihara
|
|
Prestasi
|
Kebijakan
dan administrasi perusahaan
|
|
Penghargaan
|
Kualitas
pengendalian teknik
|
|
Pekerjaan
kreatif dan menantang
|
Kondisi
kerja
|
|
Tanggung
jawab
|
Hubungan
kerja
|
|
Kemajuan
dan penjngkatan
|
Status
pekerjaan
|
|
|
Keamanan
kerja
|
|
|
Kehidupanpribadi
|
|
|
Penggajian
|
PRILAKU KEPEMIMPINAN
Menurut
Duncan, dalam kepemimpinan ada beberapa prilaku yang kita kenal, namun secara
umum dibagi tiga yaitu :
1. Otokratis
Gaya
kepemimpinan Otokratis pada dasarnya adalah gaya kepemimpinan dimana pemimpin
banyak mempengaruhi atau menentukan perilaku bawahannya. Dalam gaya ini
pemimpin banyak memperhatikan pencapaian tujuan, oleh karena ini gaya ini lebih
banyak menentukan apa yang harus dicapai dan bagaimana mencapainya.
Gaya
ini biasanya digunakan oleh Pemimpin yang memiliki status yang tinggi, seorang
yang berkuasa dan memiliki kemampuan untuk membuat keputusan.
Tipe pemimpin otokratis :
Tipe
pemimpin ini menganggap bahwa pemimpin adalah merupakan suatu hak.
Ciri-ciri
pemimpin tipe ini adalah sebagai berikut :
Menganggap
bahwa organisasi adalah milik pribadi
Mengidentikkan
tujuan pribadi dengan tujuan organisasi.
Menganggap
bahwa bawahan adalah sebagai alat semata-mata
Tidak
mau menerima kritik, saran dan pendapat dari orang lain karena dia menganggap
dialah yang paling benar.
Selalu
bergantung pada kekuasaan formal
Dalam
menggerakkan bawahan sering mempergunakan pendekatan (Approach) yang mengandung
unsur paksaan dan ancaman.
Dari
sifat-sifat yang dimiliki oleh tipe mimpinan otokratis tersebut di atas dapat
diketahui bahwa tipe ini tidak menghargai hak-hak dari manusia, karena tipe ini
tidak dapat dipakai dalam organisasi modern.
2. Demokratis
Gaya
kepemimpinan demokratis adalah gaya yang lebih banyak menekankan partispasi
bawahan atau orang yang dipimpinnya dalam menentukan suatu keputusan. Para
bawahan diberikan kesempatan untuk menentukan apa yang akan dicapai dan
bagaimana mencapainya. Gaya kepemimpinan in berasumsi bahwa pikiran pendapat
orang banyak jauh lebih baik daripada pendapat diri sendiri, selain itu akan
berdampak pada tanggungjawab pelaksanaannya.
Tipe Kepemimpinan Demokratis ;
Dari
semua tipe kepemimpinan yang ada, tipe kepemimpinan demokratis dianggap adalah
tipe kepemimpinan yang terbaik. Hal ini disebabkan karena tipe kepemimpinan ini
selalu mendahulukan kepentingan kelompok dibandingkan dengan kepentingan
individu.
Beberapa
ciri dari tipe kepemimpinan demokratis adalah sebagai berikut:
Dalam
proses menggerakkan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia
itu adalah mahluk yang termulia di dunia.
Selalu berusaha menselaraskan kepentingan dan
tujuan pribadi dengan kepentingan organisasi.
Senang
menerima saran, pendapat dan bahkan dari kritik bawahannya.
Mentolerir
bawahan yang membuat kesalahan dan berikan pendidikan kepada bawahan agar
jangan berbuat kesalahan dengan tidak mengurangi daya kreativitas, inisyatif
dan prakarsa dari bawahan.
Lebih
menitik beratkan kerjasama dalam mencapai tujuan.
Selalu
berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses daripadanya.
Berusaha
mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin.
Dari
sifat-sifat yang harus dimiliki oleh pemimpin tipe demokratis, jelaslah bahwa
tidak mudah untuk menjadi pemimpin demokratis.
3. Permisif
Pemimpin dengan gaya kepemimpinan permisif akan selalu berkeinginan untuk membuat setiap orang yang berada dalam kelok puas. Gaya ini menganggap bahwa bila orang-orang merasa puas dengan diri mereka sendiri dan orang lain, maka dengan demikian organisasi akan berfungsi. Pemimpin yang permisif menginginkn agar setiao orang merasa senang dalam organisasi. Gaya kepemimpinan seperti ini akan mengurangi turnover karyawan.
. Tipe pemimpin permisif :
Pemimpin yang memberikan kebebasan, tidak konsisten, sehingga bawahan tidak mempunyai pegangan, cirinya adalah:
tidak
ada pegangan yang kuat dan kepercayaan rendah pada diri sendiri
mengiyakan
semua saran
lambatdalam
membuat keputusan
banyak
mengambil muka kepada bawahan
ramah
dan tidak menyakiti bawahan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar