Kamis, 17 Oktober 2013

Menganalisa Sistem Psikotes yang ada di Internet

I.    Pendahuluan

Pengetahuan sangat erat hubungannya dengan teknologi karena pengetahuan adalah uji hasil data secara ilmu sains. Pengetahuan adalah suatu informasi yang diketahui oleh individu. Pengetahuan tidak dibatasi pada deskripsi, hipotesis, konsep, teori, prinsip dan prosedur yang secara Probabilitas Bayesian (benar atau berguna). Pengetahuan juga dapat berbagai gejala yang ditemui dan diperoleh manusia melalui pengamatan akal yang muncul ketika individu menggunakan akal budinya untuk mengenali kejadian tertentu yang belum pernah dilihat. Teknologi adalah sarana untuk menyediakan barang yang diperlukan untuk kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Teknologi saat ini telah memengaruhi masyarakat dan sekelilingnya dalam banyak cara.


II. Dasar Teori

Psikotes adalah serangkaian test yang dilakukan oleh Psikolog berdasarkan permintaan klien untuk memberikan gambaran sempurna tentang aspek - aspek psikologis seseorang sesuai dengan kebutuhan dan keperluan individu yang meminta test psikotes. Test psikotes diberikan sebagai sarana bagi Psikolog untuk dapat memahami secara utuh aspek-aspek psikologis individu dapat  profile psikogram (memberikan gambaran) untuk setiap individu yang mengikuti test psikotest.
Instant psikotest adalah test psikotes yang melalui teknologi internet agar dapat mudah di akses kapan dan dimanapun. Teknologi instan psikotest ini berdampak positif dan negative pada kehidupan masyarakat. Dampak positif dari instan psikotest ini adalah mudahnya menganalisis data diri untuk mengetahui data diri secara instan. Dampak negative dari instant psikotest adalah hasil test yang individu lakukan tidak bisa di pertanggung jawabkan secara ilmiah dan dapat di buktikan kebenarannya.


III.             Analisa

Menurut pendapat saya test psikotest adalah suatu test yang memberikan gambaran secara logis menurut data yang akurat. Tetapi pada era globalisasi pada masa kini, banyak test psikotest secara online yang berdampak baik dan buruk bagi kehidupan masyarakatnya. Hal ini terjadi sesuai tingkatan dan taraf hidup masyarakat masa kini. Hidup sera cepat dan penuh dengan teknologi yang canggih. Sehingga membuat individu semakin malas menggunakan cara manual.


IV.              Refrensi







Jumat, 31 Mei 2013

Kehidupan Bumi dan Sejarah Kehidupan Manusia Di Bumi


 Sejarah kehidupan berawal ketika bumi baru terbentuk,dan yang terjadi selanjutnya adalah terjadinya proses evolusi kimiawi. Sejarah akan bumi juga bisa dilihat dan di teliti melalui penemuam fosil sebagai bahan ekspedisi sejarah. Fosil adalah bukti untuk menjelaskan tentang kejadian makroevolusi. Makroevolusi adalah perubahan dalam skala besar diatas tingkatan spesies yang berlangsung dalam jangka waktu yang sangat lama. Umur fosil dapat dihitung dengan cara menentukan umur relative dan umur absolute. Umur relativeditentukan berdasarkan letak fosil di dalam strata. Seluruh strata yang mengandung fosil yang di anggapmempunyai umur yang sama.

o   Fosil terbagi atas 4 era, yaitu:

1)      Era Prakambira

2)      Era Paleozoik

3)      Era Mesozoik

4)      Era Senozoik



o   Era terbentuknya bumi terbagi atas 5 era, yaitu:

1) Era arkea /archean(4600-2500 juta tahun yang lalu)

2) Era proteozoikum/proterozoic(2500-544 juta tahun yang lalu)

3) Era Palezoikum/paleozoic(544-250 juta tahun yang lalu)

4) Era Mesozoikum/mesozoic(250-60 juta tahun yang lalu)

5) Era senozoikum/cenozoic(65 juta tahun yang lalu)





Berdasarkan Sejarah melalui penelitian Geologi (Penelitian tentang lapisan kulit bumi) ,berjuta juta tahun yang lalu dijelaskan perkembangan makhluk hidup dan lingkungannya ,dari awal terbentuknya permukaan bumi , munculnya makhluk makhluk kecil (microorganism)seperti protozoa yang kemudian berkembang menjadi makhluk yang lebih komplek, dan kemudian munculah makhluk makhluk raksasa, dan muncul makhluk lainnya seperti serangga, reptile, ikan, mamalia dan sebagainya.

Perkembangan makhluk hidup diBumi dapat dijelaskan dengan “Pembagian Jaman Berdasarkan Geologi” :

(1) Zaman Arkaekum / Azoikum (ZAMAN TERTUA)

Zaman Arkaekum ± 2500 juta tahun, bumi masih berbentuk bola pijar berputar pada porosnya, suhu udara panas, iklim dan cuaca tidak stabil, dan belum ada tanda tanda kehidupan.

(2) Zaman Paleozoikum (ZAMAN KEHIDUPAN TUA)

Zaman paleozoikum ±340 juta tahun, iklim dan cuaca masih berubah rubah, curah hujan sangat tinggi, keadaan lingkungan di bumi belum stabil. Hujan yang terus menerus membanjiri permukaan bumi yang panas, mendinginkan, dan membentuk genangan air. Pada Zaman ini mulai muncul tanda tanda kehidupan dengan munculnya makhluk pertama di bumi “makhluk bersel satu (microorganisme) seperti protozoa, dan berkembang hewan yang tidak bertulang punggung seperti jenis ikan dan jenis ganggang atau rumput rumputan Sebagai bukti ditemukannya “fosil” hewan dan tumbuhan yang berusia berjuta juta tahun, Zamanini merupakan ZAMAN PERTAMA





(3) Zaman Mesozoikum (ZAMAN KEHIDUPAN PERTENGAHAN)

Zaman Mesozoikum ±140 juta tahun , keadaan iklim dan cuaca berangsur angsur membaik, makhluk hidup yang muncul pada zaman ini adalah binatang binatang reptile yang mempunyai ukuran badan sangat besar. Zaman mesozoikum disebut juga zaman reptile atau ZAMAN KEDUA

(4) Zaman Neozoikum / Kaenozoikum

Zaman Neozoikum ±60 juta tahun, kedaan bumi semakin membaik , cuaca dan iklim semakin stabil dan kehidupan semakin berkembang dengan pesat. Zaman Neozoikum dibedakan menjadi dua,yaitu:

4.1 Zaman Tersier merupakan ZAMAN KETIGA:

Pada Zaman ini binatang purba yang raksasa mulai berkurang jumlahnya, sedikit demi sedikit ,lama kelamaan punah karena tidak dapat lagi beradaptasi dengan lingkungan yang ganas dan digantikan dengan munculnya binatang yang manis dan lucu antara lain binatang menyusui, kera ,monyet, orang hutan dan Gigantropus (Manusia Kera Raksasa). Giganthropus ditemukan di Bukit Siwalik di kaki pegunungan Himalaya dan didekat Simia (India Utara).

4.2 Zaman Kuarter merupakan ZAMAN KEEMPAT:

Pada zaman ini munculah tanda tanda kehidupan manusia purba , zaman ini dibedakan menjadi:





4.2.1 Kala Pleistosen (DILUVIUM):

Zaman ini dinamakan juga zaman Es atau zaman Glasial. Keadaan permukaan bumi semakin membaik ,daerah yang jauh dari Kutup terjadi hujan lebat yang terus menerus sepanjang tahun . Es dari kutup Utara mencair hingga menutupi sebagian Eropa Utara,Asia Utara, dan Amerika

4.2.2 Kala Holosen (ALLUVIUM):

Sebagian Es di kutub Utara sudah mencair mengakibatkan permukaan air laut naik. Muncul pulau pulau di Nusantara dan dataran rendah di paparan Sunda dan paparan Sahul tergenang air dan menjadi laut Transgresi. Pada Zaman ini mulai hidup jenis manusia Homo Sapiens yaitu jenis manusia seperti sekarang.

 




Sumber :





Minggu, 28 April 2013

Perkembangan IPTEK Dalam Kehidupan Bermasyarakat



Perkembangan teknologi informasi di dunia sedah semakin pesat. Tentu dari pesatnya perkembangan teknologi informasi pasti ada dampak positif atau negatif dari dampak tersebut bagi masyarakat khususnya para remaja yang mulai beranjak dewasa. Media sosial yang berkembang saat ini sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak pada lingkungannya. Hampir setiap waktu produk yang mengatas namakan teknologi tercipta tanpa batas. Bagi masyarakat saat ini IPTEK sudah menjadi komuditi wajib.

Karena IPTEK menyangkut kelangsungan kehidupan individu tersebut. IPTEK merupakan solusi bagi setiap masalah yang terjadi di dalam masyarakat. Bahkan ada sebagian individu yang memuja IPTEK sebagai Liberator yang membebaskan mereka dari dunia yang fana. Bagi sebagian individu IPTEK memberikan kesehatan, kesejahteraan, imortalitas, dan kebahagiaan. Perkembangan IPTEK jaman ini mempengaruhi status dan derajat antara pria dan wanita.

Pada jaman ini wanita beranggapan bahwa semakin besar porsi wanita dimasyarakat maka wanita tersebut memegang posisi sebagai pemimpin baik dalam dunia ekonomi, politik, bahkan derajat di masyarakat. Peningkatan IPTEK dapat mempengaruhi rasa percaya diri seoseorang serta ketahanan diri seseorang. Memesatnya IPTEK dapat mempengaruhi penurunan moral dikalangan masyarakat, terutama para remaja yang masih mencari jati diri. Saat penurunan moral itu terjadi maka dampak buruk dari hal tersebut tidak bisa dihindari, seperti kenakalan remaja di masyarakat karena tidak terpantaunya penggunaan IPTEK di kehidupan para remaja saat ini. Pola interaksi masyarakat dapat berubah karena pesatnya perkembangan IPTEK saat ini.

Pada jaman ini masyarakat tidak lagi bertegur sapa secara langsung untuk saling menjaga silaturahmi antar masyarakat. Masyarakat saat ini lebih memilih jalan instan untuk bertegur sapa dengan masyarakat lain karena banyaknya media sosial yang mendukung kejadian itu terjadi. Memang baik IPTEK dapat berkembang dikalangan masyarakat luas dan menjadi ilmu yang berharga bagi kehidupan manusia. Tetapi tidak segampang itu mendeskripsikan IPTEK dalam kelangsungan kehidupan manusia. Terdapat dampak negatif dan positif bagi kehidupan dimasyarakat terhadap IPTEK.

 Dampak positif dari perkembangan IPTEK bagi masyarakat sangat beragam, yaitu:

*      Memberikan kemudahan dan kecepatan untuk mencari sebuah informasi.

*      Mempercepat penyampaian informasi.

*      Mempermudah transaksi bisnis.

*      Komunikasi yang tidak terhalang waktu dan tempat.

*      Membuat lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Dampak negatif dari IPTEK bagi masyarakat sangat beragam, yaitu:

*      Berkembangnya isu atau gosip, SARA, pornografi, kekerasan di dunia maya menjadi hal yang biasa terjadi.

*      Memudahkan transaksi bisnis terlarang, seperti jual-beli narkoba, penculikan anak, penjualan manusia, dan lain-lain.

*      Munculnya budaya plagiarisme atau budaya penjiplakan hasil karya cipta orang lain.

 

Daftar Pustaka :