Bab. VI
Manusia
dan Penderitaan
A. MANUSIA
Manusia
adalah makhluk hidup yang dapat diartikan berbeda dari berbagai aspek, seperti
aspek biologis, aspek rohani, dan aspek kebudayaan. Dari aspek biologis manusia
diibaratkan sebagai Homo Sapiens ,yaitu spesies primate dari golongan
mamalia yang dilengkapi dengan otak yang berkemampuan tinggi. Dalam aspek
kerohanian manusia adalah konsep jiwa bervariasi,dalam agama dimengerti
hubungannya dengan kekuatan akan Tuhan dan makhluk hidup. Dan aspek kebudayaan
manusia adalah makhluk yang digolongkan menurut penggunaan bahasa,organisasi
dilingkungannya yang majemuk,lalu perkembangan teknologi,dan yang paling utama
adalah kemampuan untuk membentuk kelompok atau lembaga untuk mendukung satu dengan yang lain serta
pertolongan.
Penggolongan
manusia yang paling utama adalah perbedaan jenis kelamin. Penggolongan manusia
yang lainnya adalah usia, berdasarkan cirri fisik yang dimiliki, afilasi
sosio-politik-agama, kekerabatan, dan lain-lain.
B.
PENDERITAAN
Kata
penderitaan berasal dari kata derita yang diambil dari bahasa sansakerta
“dhra” yang berarti menahan atau menanggung.
Derita adalah menanggung sesuatu yang tidak menyenangkan. Yang termaksud dalam
penderitaan adalah keluh kesah, kesengsaraan, kelaparan, kekenyangan, kepanasan,
dan lain-lain.
X
Penderitaan
adalah fenomena universal.
Penderitaan
tidak mengenal ruang dan waktu,berarti penderitaan tidak hanya dialami oleh
manusia zaman ini, akan tetapi penderitaan konon dikenal sejak kelahiran
manusia pertama.
X
Rasa
sakit.
Adalah
rasa yang sangat tidak enak bagi si penderitanya, rasa sakit atau penyakit
tidak dapat dipisahkan dari manusia. Itu semua merupakan rangkaian yang satu
dengan yang lainnya tidak dapat dipisahkan, merupakan rentetan sebab akibat
karena manusia yang mengalami rasa sakit akan sangat menderita.
Dibalik
itu semua rasa sakit juga memiliki hikmah tersendiri bagi sipenderitanya.antara
lain dapat mendekatkan diri kepada Tuhan, menimbulkan rasa kasihan terhadap
penderita, membuka rasa keprihatinan manusia, rasa social, dermawan, dan
lainnya.
c. manusia dan
penderitaan
Didalam
diri manusia terdapat rasa cipta, rasa, dan karsa. Karsa merupakan
sumber penggerak aktivitas manusia. Cipta merupakan realisasi dari karsa dan rasa. Rasa merupakan
hasil yang ditimbulkan dari adanya karsa dan selalu ingin dilakukan demi
memuaskan rasa penasarannya.
Rasa
dan karsa adalah sebuah penyakit bagi batin manusia maka usaha untuk tidak
merasakan rasa sakit yang ditimbulkan dari rasa dan karsa adalah menmyehatkan
batin itu sendiri.