Minggu, 11 November 2012

Bab. VI - Manusia dan Penderitaan.

Bab. VI
Manusia dan Penderitaan

A.  MANUSIA

Manusia adalah makhluk hidup yang dapat diartikan berbeda dari berbagai aspek, seperti aspek biologis, aspek rohani, dan aspek kebudayaan. Dari aspek biologis manusia diibaratkan sebagai Homo Sapiens ,yaitu spesies primate dari golongan mamalia yang dilengkapi dengan otak yang berkemampuan tinggi. Dalam aspek kerohanian manusia adalah konsep jiwa bervariasi,dalam agama dimengerti hubungannya dengan kekuatan akan Tuhan dan makhluk hidup. Dan aspek kebudayaan manusia adalah makhluk yang digolongkan menurut penggunaan bahasa,organisasi dilingkungannya yang majemuk,lalu perkembangan teknologi,dan yang paling utama adalah kemampuan untuk membentuk kelompok atau lembaga  untuk mendukung satu dengan yang lain serta pertolongan.
Penggolongan manusia yang paling utama adalah perbedaan jenis kelamin. Penggolongan manusia yang lainnya adalah usia, berdasarkan cirri fisik yang dimiliki, afilasi sosio-politik-agama, kekerabatan, dan lain-lain.



B.  PENDERITAAN

Kata penderitaan berasal dari kata derita yang diambil dari bahasa sansakerta “dhra” yang berarti menahan atau menanggung. Derita adalah menanggung sesuatu yang tidak menyenangkan. Yang termaksud dalam penderitaan adalah keluh kesah, kesengsaraan, kelaparan, kekenyangan, kepanasan, dan lain-lain.





X   Penderitaan adalah fenomena universal.


Penderitaan tidak mengenal ruang dan waktu,berarti penderitaan tidak hanya dialami oleh manusia zaman ini, akan tetapi penderitaan konon dikenal sejak kelahiran manusia pertama.

X   Rasa sakit.

Adalah rasa yang sangat tidak enak bagi si penderitanya, rasa sakit atau penyakit tidak dapat dipisahkan dari manusia. Itu semua merupakan rangkaian yang satu dengan yang lainnya tidak dapat dipisahkan, merupakan rentetan sebab akibat karena manusia yang mengalami rasa sakit akan sangat menderita.
Dibalik itu semua rasa sakit juga memiliki hikmah tersendiri bagi sipenderitanya.antara lain dapat mendekatkan diri kepada Tuhan, menimbulkan rasa kasihan terhadap penderita, membuka rasa keprihatinan manusia, rasa social, dermawan, dan lainnya.


c. manusia dan penderitaan

Didalam diri manusia terdapat rasa cipta, rasa, dan karsa. Karsa merupakan sumber penggerak aktivitas manusia. Cipta merupakan realisasi dari karsa dan rasa. Rasa merupakan hasil yang ditimbulkan dari adanya karsa dan selalu ingin dilakukan demi memuaskan rasa penasarannya.
Rasa dan karsa adalah sebuah penyakit bagi batin manusia maka usaha untuk tidak merasakan rasa sakit yang ditimbulkan dari rasa dan karsa adalah menmyehatkan batin itu sendiri.

Bab. V - Manusia dan Keindahan

Bab. V
Manusia dan keindahan


A.  MANUSIA

Manusia adalah makhluk hidup yang dapat diartikan berbeda dari berbagai aspek, seperti aspek biologis, aspek rohani, dan aspek kebudayaan. Dari aspek biologis manusia diibaratkan sebagai Homo Sapiens ,yaitu spesies primate dari golongan mamalia yang dilengkapi dengan otak yang berkemampuan tinggi. Dalam aspek kerohanian manusia adalah konsep jiwa bervariasi,dalam agama dimengerti hubungannya dengan kekuatan akan Tuhan dan makhluk hidup. Dan aspek kebudayaan manusia adalah makhluk yang digolongkan menurut penggunaan bahasa,organisasi dilingkungannya yang majemuk,lalu perkembangan teknologi,dan yang paling utama adalah kemampuan untuk membentuk kelompok atau lembaga  untuk mendukung satu dengan yang lain serta pertolongan.
Penggolongan manusia yang paling utama adalah perbedaan jenis kelamin. Penggolongan manusia yang lainnya adalah usia, berdasarkan cirri fisik yang dimiliki, afilasi sosio-politik-agama, kekerabatan, dan lain-lain.


b. keindahan

Keindahan atau yang biasa disebut dengan keelokan adalah sifat dan cirri dari manusia, hewan, tempat, objek, gagasan yang memberikan pengalaman persepsi kesenangan atau kepuasan. Menurut KBBI,keindahan adalah suatu keadaan yang enak dipandang, cantik, atau elok. Keindahan dapat dipelajari dari estetika,sosiologi,psikologi social, dan budaya.
Kecantikan yang ideal adalah entitas yang dikagumi, memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu untuk proses kesempurnaannya. Keindahan ditafsirkan beberapa entitas yang seimbang dan selaras dengan alam, yang dapat menyebabkan perasaan daya tarik dan ketentraman emosional.

Bab. IV - Manusia dan Cinta

BAB. IV
MANUSIA DAN CINTA


A.  Manusia

Manusia adalah makhluk hidup yang dapat diartikan berbeda dari berbagai aspek, seperti aspek biologis, aspek rohani, dan aspek kebudayaan. Dari aspek biologis manusia diibaratkan sebagai Homo Sapiens ,yaitu spesies primate dari golongan mamalia yang dilengkapi dengan otak yang berkemampuan tinggi. Dalam aspek kerohanian manusia adalah konsep jiwa bervariasi,dalam agama dimengerti hubungannya dengan kekuatan akan Tuhan dan makhluk hidup. Dan aspek kebudayaan manusia adalah makhluk yang digolongkan menurut penggunaan bahasa,organisasi dilingkungannya yang majemuk,lalu perkembangan teknologi,dan yang paling utama adalah kemampuan untuk membentuk kelompok atau lembaga  untuk mendukung satu dengan yang lain serta pertolongan.
Penggolongan manusia yang paling utama adalah perbedaan jenis kelamin. Penggolongan manusia yang lainnya adalah usia, berdasarkan cirri fisik yang dimiliki, afilasi sosio-politik-agama, kekerabatan, dan lain-lain.

Manusia memiliki dua ciri alamiah,yaitu:

  1. Ciri-ciri Mental:  Kemampuan mental manusia serta kepandaian manusia membuat mereka memiliki pendapat akan arah hidupnya masing-masing, jika menurut pascal manusia adalah makhluk yang paling menyedihkan diantara semua hewan,. Kemampuan memiliki perasaan adalah alat yang membedakan manusia dengan organisme lain. Keberadaan manusia menurut para ahli adalah membentuk dirinya sebagai sumber kebahagiaan.
Ciri mental juga digolongan menurut manfaat dan perannya masing-masing, yaitu:
W     Kerohanian dan agama
W     Hati dan kesadaran
W     Emosi
W     Seksualitas

  1. Ciri-ciri Fisik: Kemampuan fisik manusia yang menunjukkan wujudnya yang dapat disentuh,diraba,dan dipandang. Cirri fisik juga digolongkan menurut manfaat dan perannya masing-masing, yaitu:
W    Tubuh
W                        Kelahiran dan kematian



b. cinta

Cinta adalah sebuah emosi dari rasa kasih saying yang sangat kuat dan timbul karena ketertarikan individu. Dalam hal filosofi cinta adalah sifat baik yang mewarisi semua bentuk kebaikan, perasaan belas kasih, dan rasa kasih sayang.  Jadi cinta adalah sebuah perilaku dan kegiatan yang aktif manusia terhadap onjek lain,yang terbentuk dalam empati; perhatian; kasih sayang; mengikuti; patuh; dan mau nelakukan apapun yang diinginkan objek lain.

Cinta juga memiliki jenis-jenis tertentu,yaitu:
Cinta antar pribadi:  menunjuk kearah cinta kepada manusia, cinta ini lebih dari sekedar rasa kesukaan terhadap orang lain. Cinta pribadi mencakup hubungan kasih sayang, orang tua dengan anak, dan persahabatan yang erat. Beberapa unsure-unsur yang terkandung dalam cinta,adalah:
X  Kasih sayang : rasa salinmg menghargai orang lain.
X  Altruisme : perhatian non-egois kepada orang lain.
X  Reciprocation : rasa cinta yang saling menguntungkan bukan  saling memanfaatkan.
X  Komitmen : tekad atau keinginan untuk mengabdikan cinta yang kuat dalam suatu hubungan.
X  Keintiman emosional : saling berbagi rasa dan emosi terhadap pasangan.
X  Kekerabatan : hubungan ikatan keluarga
X  Passion : nafsu seksual yang cenderung menggebu-gebu.
X  Physical Intimacy : saling berbagi kehidupan yang erat antara satu dengan yang lain secara fisik.
X  Kepentingan pribadi : rasa cinta yang mengharapkan imbalan pribadi yang cenderung egois dan keinginan untuk memanfaatkan pasangan.
X  Pelayan : rasa untuk saling membantu dan melayani satu sama lain.

Energi seksual dapat menjadi salah satu unsure penting dalam menentukan bentuj suatu hubungan cinta. Namun seringkali atraksi seksual sering menimbulkan ikatan baru, keinginan seksual dianggap tidak pantas dalam beberapa ikatan cinta. Tetapi masih banyak cara mengungkapkan rasa kasih sayang tanpa seks. Afeksi, keintiman emosi dan hobi yang sama sangat biasa dalam berteman dan bersaudara di seluruh hubungan antar manusia.


c. manusia dan cinta

Manusia memiliki hati dan perasaan untuk merasakan rasa cinta dalam hidupnya. Karena cinta adalah akar dimana manusia saling berinteraksi terhadap satu dan lainnya serta menciptakan penerus terhadap manusia tersebut. Rasa cinta pada manusia adalah sebuah hasrat yang tidak dapat disanggah ataupun ditolak oleh manusia karena rasa cinta dating dengan sendirinya. Rasa cinta cepat dating dan cepat juga perginya tergantung manusia yang melaksanakannya.