NAMA : HILLA APRILLA M
KELAS : 2PA 11
NPM : 13512478
PEKERJAAN
DAN WAKTU LUANG
Pekerjaan secara
umum didefinisikan sebagai sebuah kegiatan aktif yang dilakukan oleh manusia.
Dalam arti sempit, istilah pekerjaan digunakan untuk suatu tugas atau kerja
yang menghasilkan sebuah karya bernilai imbalan dalam bentukuang bagi seseorang. Dalam pembicaraan
sehari-hari istilah pekerjaan dianggap sama dengan profesi.
Pekerjaan yang dijalani seseorang dalam kurun waktu yang lama disebut sebagai karier.Seseorang
mungkin bekerja pada beberapa perusahaan selama kariernya tapi tetap dengan
pekerjaan yang sama.
Sukadji (2000) melihat arti istilah waktu luang
dari 3 dimensi. Dilihat dari dimensi waktu, waktu luang dilihat sebagai waktu yang
tidak digunakan untuk “bekerja”; mencari nafkah, melaksanakan kewajiban, dan
mempertahankan hidup. Dari segi cara pengisian, waktu luang adalah waktu yang
dapat diisi dengan kegiatan pilihan sendiri atau waktu yang digunakan dan
dimanfaatkan sesuka hati. Dari sisi fungsi, waktu luang adalah waktu yang
dimanfaatkan sebagai sarana mengembangkan potensi, meningkatkan mutu pribadi,
kegiatan terapeutik bagi yang mengalami gangguan emosi, sebagai selingan dan
hiburan, sarana rekreasi, sebagai kompensasi pekerjaan yang kurang menyenangkan,
atau sebagai kegiatan menghindari sesuatu.
Menurut Chris Bull dalam bukunya yang berjudul an
introduction to leisure studies menjelaskan pengertian waktu luang
adalah jika seseorang sedang tidak bekerja, maka ia memiliki waktu luang.
Dengan kata lain: waktu luang=tidak bekerja.
Berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Tolrkildsen
Gorge (1992) dalam bukunya Leisure and Recreation Management, waktu
luang dimulai sejak revolusi industri yang terjadi di abad ke 20, hingga kini
telah tercatat beragam defenisi mengenai waktu luang, antara lain:
o Waktu luang
sebagai waktu
o Waktu luang
sebagai aktivitas
o Waktu luang
sebagai suatu suasana hati atau sikap mentalyang positif
o Waktu luang
sebagai sesuatu yang memiliki arti yang luas
o Waktu luang
sebagai suatu cara untuk hidup
o Mengubah
Sikap Terhadap Pekerjaan
A.
Mengubah Sikap Terhadap Pekerjaan
Pekerjaan dinilai
sebagai kegiatan manusia yang diarahkan untuk kemajuan manusia, baik kemajuan
rohani maupun jasmani. Pekerjaan memerlukan pemikiran yang sadar sehingga bisa
dengan bebas dapat mengarahkan kegiatannya kepada suatu tujuan tertentu. Dan
tujuan yang dicari dalam pekerjaan yaitu menjadikan pekerja menjadi “baik”,,
baik disini maksudnya adalah menjadikan pekerja lebih terpenuhi kebutuhan
hidupnya an keluarganya, dan mereka menghindari aktifitas mereka yang
menjadikan mereka “buruk”. Dan disini atasan pun berperan penting dalam
mengubah sikap karyawan mereka agar dapat bekerja lebih keras dan mencapai
kinerja pekerjaan yang lebih tinggi. Karyawan diusahakan supaya menyukai
pekerjaan yang ia dapatkan agar dapat menghasilkan kinerja yang baik. Manajer
dalam mengubah sikap karyawan juga harus memiliki kemampuan yang tepat,
misalnya diberi bonus jika bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Diberikan
reward dan punishment kepada karyawan tersebut, sehingga memunculkan sikap take
and give.
o
Menjelaskan apa yang dicari dalam pekerjaan: Ketika
seseorang memiliki tujuan yang jelas dalam hidupnya, dia tahu persis apa yang
ingin dicari, dan pekerjaan menjadi sebuah alat untuk mencapai apa yang menjadi
misi hidupnya, di situlah antusiasme, energi positif akan muncul. seseorang harus memaknai sebuah
pekerjaan tidak semata-mata karena uang, melainkan ada hal yang lebih mulia di
balik itu semua.
o Fungsi
psikologis dari pekerjaan : Penggunaan psikologi dalam dunia dimaksudkan agar orang lebih efisien
memecahkan masalah-masalah personal yang ada di lingkungan kerjanya.
B.
Proses
Memilih Pekerjaan
Meskipun apa kata orang
tentang memiliki pekeraan untuk hidup. Itu mungkin g bahwa setiap orang bekerja
keras untuk uangnya sendiri. Survei membuktikan kebanyakan orang akan
melanjutkan pekerjaanya bahkan jika mereka memiliki cukup uang untuk hidup
nyaman seumur hidupnya (Renwick&Lawler,1978). Kenyataanya adalah bekerja
itu meenuhi kebutuhan psikologis dan social yang penting. Rasa pemenuhan
pribadi, orang membutuhkan perasaan kalau mereka tumbuh, mempelajarai keahlian
baru, dan mencapai sesuatu yang berharga ketika perasaan ini kurang, mereka
mungkin pindah ke pekerjaan yang menjanjikan pencapaian yang lebih atau hasil
yang jelas.
o
Menjelaskan Fase – Fase Identitas Pekerjaan : Proses
perkembangan dalam pemilihan pekerjaan bagi individu dijelaskan oleh Donald
Super. Perkembangan pemilihan karier pekerjaan dibagi menjadi lima tahap, yaitu
:
a)
Cristalization : Individu berusaha mencari berbagai
bekal ilmu pengetahuan dan keterampilan melalui pendidikan formal dan nonformal
untuk persiapan masa depan hidupnya.
b) Spesification
: Individu
akan meneruskan pendidikannya pada jenjang khusus yang sesuai dengan
minat-bakatnya. Masa spesifikasi ini lebih mengarah pada jalur pendidikan yang
menjurus pada taraf professional atau keahlian.
c) Implementatio
: Individu
mulai menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh pada masa
sebelumnya, secara nyata dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan bidang
keahlian atau profesi nya. Misalnya setelah ia lulus dalam pendidikan psikologi
nya ia berprofesi sebagai seorang psikolog.
d) Stabilization
: Individu
menekuni bidang profesinya sampai benar-benar ahli di bidangnya sehingga
individu dapat mencapai prestasi puncak. Taraf ini ditandai dengan prestasi
individu menduduki posisi penting.
e) Consolidation
: Setelah
mencapai puncak karier, individu mulai memikirkan kembali sesuatu yang telah
dilakukan selama ini baik yang berhasil maupun yang gagal.
C. Memilih Pekerjaan Yang Cocok
Memilih
pekerjaan merupakan salah satu keputusan terpenting dalam hidup Anda. Keputusan
tersebut sekaligus menentukan status hidup, tingkat kesehatan dan kebahagiaan
Anda. Berikut empat aspek yang perlu diperhitungkan dalam menentukan pekerjaan
yang tepat dalam hidup Anda:
1. Minat dan
kemampuan : Memilih
karir dan pekerjaan yang tepat haruslah berdasar pada minat, bakat dan
kemampuan. Semuanya harus dimiliki secara bersamaan.
Salah satu cara terbaik untuk menemukan keunggulan
dan minat pribadi adalah dengan mengikuti sejumlah tes yang bisa Anda ikuti
secara gratis secara online. Hal itu dapat membantu Anda menemukan pekerjaan
yang sesuai dengan minat dan bakat Anda.
2. Suasana kerja
: Situasi
di tempat kerja merupakan salah satu faktor penting saat Anda memilih karir
pribadi. Pertimbangkan waktu kerja Anda, apakah sesuai dengan keinginan Anda.
Perhatikan suasana dan ketentuan-ketentuan di tempat kerja Anda agar di
kemudiah hari Anda senang menjalani karir tersebut.
3. Gaji
: Setelah
menemukan pekerjaan yang sesuai dengan keinginan dan kemampuan, aspek lain yang
perlu Anda perhitungkan tentu saja pendapatan per bulan. Carilah pekerjaan
dengan gaji yang sesuai dengan kebutuhan Anda dan memuaskan keinginan pribadi.
4. Stabilitas
pekerjaan tersebut : Salah satu aspek yang tak kalah
penting dalam memilih pekerjaan di masa depan adalah stabilitas industri
tersebut. Kadang meskipun Anda mencintai pekerjaan itu dengan gaji yang
menjanjikan, belum tentu industri tersebut mampu bertahan dalam jangka waktu
panjang. Sejumlah lowongan pekerjaan di
bidang tertentu dapat tumbuh hingga dua atau tiga kali lipat dalam beberapa
tahun ke depan. Tapi tidak semua sektor bisnis mampu bertahan selama itu.
Artinya, pelajari pasar tenaga kerja dan baik lalu
pilihlah pekerjaan yang dapat bertahan lama. Selain itu, pekerjaan tersebut
haruslah sesuai dengan kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.
o
Menjelaskan Hubungan Antara Karakteristik Pribadi
& Karakteristik Pekerjaan Dalam Memilih Pekerjaan yang Cocok : Dari
sisi pegawai, jika kita terseleksi dalam pekerjaan yang kurang cocok dengan
potensi psikologis yang kita miliki, akan timbul ketidaknyamanan dalam bekerja,
kurang termotivasi, bahkan dapat enimbulkan stress kerja, yang pada akhirnya
membuat kita keluar dari pekerjaan tersebut. Oleh sebab itu kita membutuhkan
psikotes untuk melihat sejauh mana potensi psikologis kita agar tidak salah
memilih pekerjaan. Sedangkan dari sisi perusahaan, menemukan orang yang tepat
merupakan upaya yang sangat sulit yang selalu dihadapi. Dari sisi perusahaan,
biaya seleksi dan pelatihan yang dibutuhkan akan sangat mahal, tidak efisien,
menurunkan motivasi, serta masih ditambah biaya untuk seleksi dan pelatihan
orang yang akan menggantikan karyawan tersebut. Oleh sebab itu dari proses
seleksi perusahaan mengadakan tes psikotes untuk melihat potensi psikologis dan
kepribadian sang calon karyawan tersebut.
D.
Penyesuaian
Diri Dalam Pekerjaan
Bentuk penyesuaian ketiga yang perlu dilakukan adalah penyesuaian
diri terhadap jenis pekerjaan yang telah dipilihnya. Tak dapat dibantah lagi,
bahwa faktor yang paling mempengaruhi proses penyesuaian diri seseorang dengan
pekerjaannya adalah sikap pekerja itu sendiri. Havighurst, dalam studinya
tentang sikap pekerja terhadap pekerjaannya menyimpulkan bahwa ia dapat
dikelompokkan menjadi dua kategori umum, yaitu:
a)
Sikap kerja yang menopang-masyarakat, pekerja yang
bersikap menopang masyarakat dalam dirinya kurang atau tidak berminat akan
kerjanya dan hanya memperoleh sedikit kepusan kerja. Orang yang seperti ini
sering kali memandang pekerjaannya sebagai beban yang berat dan tidak
menyenangkan dan memandang hari depan hanya agar cepat menjalani masa pensiun.
b)
Sikap kerja yang melibatkan ego, para pekerja yang
dalam bekerja melibatkan ego, biasanya memperoleh kepuasan pribadi yang lebih
besar. Bagi beberapa orang, bekerja merupakan dasar harga diri dan kebanggaan.
Karena bekerja dianggap sebagai suatu yang penting, dan mereka ketakutan
apabila suatu saat ia dipaksa untuk pensiun.
Wexley dan Yukl : mengartikan kepuasan kerja
sebagai “the way an employee feels about his or her job”. Artinya bahwa
kepuasan kerja adalah cara pegawai merasakan dirinya atau pekerjaannya. dapat
disimpulkan bahwa kepuasan kerja adalah perasaan yang menyokong atau tidak menyokong
dalam diri pegawai yang berhubungan dengan pekerjaan maupun kondisi dirinya.
Perasaan yang berhubungan dengan pekerjaan melibatkan aspek-aspek seperti
upaya, kesempatan pengembangan karier, hubungan dengan pegawai lain, penempatan
kerja, dan struktur organisasi. Sementara itu, perasaan yang
berhubungan dengan dirinya antara lain berupa umur, kondisi kesehatan,
kemampuan dan pendidikan.
E. Waktu Luang
Dalam bahasa Inggris
waktu luang dikenal dengan sebutan leisure. Sedangkan kata leisure berasal dari
bahasa latin licere, yang mempunyai arti diizinkan (to be permitted) atau
menjadi bebas (to be free). Oleh karena itu loisir yang berasal dari bahasa
Perancis mengandung arti waktu luang (free time). Jadi secara keseluruhan,
waktu luang dapat didefinisikan sebagai terlepas dari segala tekanan (freedom
from constraint), adanya kesempatan untuk memilih (opportunity to choose),
waktu yang tersisa usai kerja (time left over after work) atau waktu luang
setelah mengerjakan segala tugas sosial yang telah menjadi kewajiban (free time
after obligatory social duties have been met).
o
Menjelaskan Bagaimana Menggunakan
Waktu Luang secara Positif :
Meluangkan
waktu itu ternyata penting dan banyak cara/kegiatan positif yang bisa dilakukan
untuk mengisi waktu luang. Misalnya olahraga, jalan-jalan, melakukan hobby,
atau ngeblog. Selain itu, mengisi waktu luang setelah kesibukan yang mendera
ibarat bayaran dari pekerjaan itu sendiri. Kita tidak pernah menduga kalau
kegiatan yang dilakukan di saat waktu luang bisa juga menghasilkan atau
mendapat penghargaan. Siapa yang tahu kalau suatu saat nanti, kegiatan yang
dilakukan di waktu luang, bisa menjadi penghasilan terbesar. Berikut ini tips
dan triknya:
a)
Jangan pernah terjebak dgn waktu. Bukan waktu yg
mengatur kita, tapi kitalah yang mengatur waktu
b)
Coba sesuatu yang baru yang tidak menyita waktu kerja.
Misalnya dengan menulis di smartphone yang kita miliki
c)
Tentukan prioritas. Dengan prioritas bisa diketahui
mana yang mendesak, mana yang kurang. Tanpa prioritas, waktu terbuang percuma.
d)
Buat yang super sibuk, buatlah agenda yang harus
ditaati. Masukkan waktu bekerja, waktu untuk keluarga, dan waktu untuk diri
sendiri.
e)
Pastikan dalam agenda, 50 persen waktu yang dilakukan
adalah untuk kegiatan positif atau produktif.
f)
Jangan melakukan pekerjaan/hal yang lain sebelum
menuntaskan pekerjaan yang lebih dulu dilakukaN.
A.
Konsep dan
Penerapan Self-directed changes :
a) Meningkatkan
kontrol diri: mendasarkan diri pada kesadaran bahwa pada setiap
manusia memiliki kemampuan untuk mengembangkan dirinya sesuai dengan kondisi
yang dimiliki setiap manusia. Itu dapat terjadi sebagai akibat perubahan dalam
struktur kognitif yang dihasilkan oleh perubahan struktur kognitif itu sendiri
atau perubahan kebutuhan juga adanya motivasi internal serta belajar yang
efektif.
b) Menetapkan
tujuan: dimaksudkan
untuk menjaga individu agar tetap tertuju pada proses pembelajaran, dalam arti
dapat mengetahui dan mampu secara mandiri menetapkan mengenai apa yang ingin
dipelajari dalam mencapai kesehatan mental, serta tahu akan kemana tujuan
hidupnya, cakap dalam mengambil keputusan dan mampu berpartisipasi di
masyarakat dan akan mampu mengarahkan dirinya.
c) Menyusun
konsekuensi yang efektif: pemahaman dalam arti sehat mental
dapat menentukan perubahan pada individu dalam melakukan mobilitas untuk
melakukan segala sesuatu aktifitas –aktifitas yang dilakukan oleh manusia,
dalam menanggapi stimulus lingkungan, yang meliputi aktivitas motoris,
emosional,dan kognitif dalam mencapai kematangan mental.
d) Menerapkan
perencana intervensi: membawa perubahan, tentunya pada perubahan yang lebih
baik. Dalam arti pemahaman nilai-nilai, karakter / watak, dan cara cara
berperilaku secara individual. Dalam arti kita harus lebih memahami cara
berperilaku pada kegiatan proses pembentukan watak dan pembelajaran secara
terencana.
e) Evaluasi: faktor yang
penting untuk mencapai kematangan pribadi, sedangkan salah satu faktor penting
untuk mengetahui keefektivan adalah evaluasi baik terhadap proses maupun hasil
pembelajaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar