Senin, 30 Juni 2014

PEKERJAAN & WAKTU LUANG DAN SELF-DIRECTED CHANGERS



NAMA  : HILLA APRILLA M
KELAS : 2PA 11
NPM   : 13512478



PEKERJAAN DAN WAKTU LUANG


Pekerjaan secara umum didefinisikan sebagai sebuah kegiatan aktif yang dilakukan oleh manusia. Dalam arti sempit, istilah pekerjaan digunakan untuk suatu tugas atau kerja yang menghasilkan sebuah karya bernilai imbalan dalam bentukuang bagi seseorang. Dalam pembicaraan sehari-hari istilah pekerjaan dianggap sama dengan profesi. Pekerjaan yang dijalani seseorang dalam kurun waktu yang lama disebut sebagai karier.Seseorang mungkin bekerja pada beberapa perusahaan selama kariernya tapi tetap dengan pekerjaan yang sama.
 Sukadji (2000) melihat arti istilah waktu luang dari 3 dimensi. Dilihat dari dimensi waktu, waktu luang dilihat sebagai waktu yang tidak digunakan untuk “bekerja”; mencari nafkah, melaksanakan kewajiban, dan mempertahankan hidup. Dari segi cara pengisian, waktu luang adalah waktu yang dapat diisi dengan kegiatan pilihan sendiri atau waktu yang digunakan dan dimanfaatkan sesuka hati. Dari sisi fungsi, waktu luang adalah waktu yang dimanfaatkan sebagai sarana mengembangkan potensi, meningkatkan mutu pribadi, kegiatan terapeutik bagi yang mengalami gangguan emosi, sebagai selingan dan hiburan, sarana rekreasi, sebagai kompensasi pekerjaan yang kurang menyenangkan, atau sebagai kegiatan menghindari sesuatu.
Menurut Chris Bull dalam bukunya yang berjudul an introduction to leisure studies menjelaskan pengertian waktu luang adalah jika seseorang sedang tidak bekerja, maka ia memiliki waktu luang. Dengan kata lain: waktu luang=tidak bekerja.
Berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Tolrkildsen Gorge (1992) dalam bukunya Leisure and Recreation Management, waktu luang dimulai sejak revolusi industri yang terjadi di abad ke 20, hingga kini telah tercatat  beragam defenisi mengenai waktu luang, antara lain:
o   Waktu luang sebagai waktu
o   Waktu luang sebagai aktivitas
o   Waktu luang sebagai suatu suasana hati atau sikap mentalyang positif
o   Waktu luang sebagai sesuatu yang memiliki arti yang luas
o   Waktu luang sebagai suatu cara untuk hidup
o   Mengubah Sikap Terhadap Pekerjaan


A.    Mengubah Sikap Terhadap Pekerjaan

Pekerjaan dinilai sebagai kegiatan manusia yang diarahkan untuk kemajuan manusia, baik kemajuan rohani maupun jasmani. Pekerjaan memerlukan pemikiran yang sadar sehingga bisa dengan bebas dapat mengarahkan kegiatannya kepada suatu tujuan tertentu. Dan tujuan yang dicari dalam pekerjaan yaitu menjadikan pekerja menjadi “baik”,, baik disini maksudnya adalah menjadikan pekerja lebih terpenuhi kebutuhan hidupnya an keluarganya, dan mereka menghindari aktifitas mereka yang menjadikan mereka “buruk”. Dan disini atasan  pun berperan penting dalam mengubah sikap karyawan mereka agar dapat bekerja lebih keras dan mencapai kinerja pekerjaan yang lebih tinggi. Karyawan diusahakan supaya menyukai pekerjaan yang ia dapatkan agar dapat menghasilkan kinerja yang baik. Manajer dalam mengubah sikap karyawan juga harus memiliki kemampuan yang tepat, misalnya diberi bonus jika bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Diberikan reward dan punishment kepada karyawan tersebut, sehingga memunculkan sikap take and give.
                                                                                                                    
o   Menjelaskan apa yang dicari dalam pekerjaan: Ketika seseorang memiliki tujuan yang jelas dalam hidupnya, dia tahu persis apa yang ingin dicari, dan pekerjaan menjadi sebuah alat untuk mencapai apa yang menjadi misi hidupnya, di situlah antusiasme, energi positif akan muncul.  seseorang harus memaknai sebuah pekerjaan tidak semata-mata karena uang, melainkan ada hal yang lebih mulia di balik itu semua.

o   Fungsi psikologis dari pekerjaan : Penggunaan psikologi dalam dunia dimaksudkan agar orang lebih efisien memecahkan masalah-masalah personal yang ada di lingkungan kerjanya.


B.     Proses Memilih Pekerjaan

Meskipun apa kata orang tentang memiliki pekeraan untuk hidup. Itu mungkin g bahwa setiap orang bekerja keras untuk uangnya sendiri. Survei membuktikan kebanyakan orang akan melanjutkan pekerjaanya bahkan jika mereka memiliki cukup uang untuk hidup nyaman seumur hidupnya (Renwick&Lawler,1978). Kenyataanya adalah bekerja itu meenuhi kebutuhan psikologis dan social yang penting. Rasa pemenuhan pribadi, orang membutuhkan perasaan kalau mereka tumbuh, mempelajarai keahlian baru, dan mencapai sesuatu yang berharga ketika perasaan ini kurang, mereka mungkin pindah ke pekerjaan yang menjanjikan pencapaian yang lebih atau hasil yang jelas.

o   Menjelaskan Fase – Fase Identitas Pekerjaan :  Proses perkembangan dalam pemilihan pekerjaan bagi individu dijelaskan oleh Donald Super. Perkembangan pemilihan karier pekerjaan dibagi menjadi lima tahap, yaitu :

a)      Cristalization : Individu berusaha mencari berbagai bekal ilmu pengetahuan dan keterampilan melalui pendidikan formal dan nonformal untuk persiapan masa depan hidupnya.

b)      Spesification : Individu akan meneruskan pendidikannya pada jenjang khusus yang sesuai dengan minat-bakatnya. Masa spesifikasi ini lebih mengarah pada jalur pendidikan yang menjurus pada taraf professional atau keahlian.

c)      Implementatio : Individu mulai menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh pada masa sebelumnya, secara nyata dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan bidang keahlian atau profesi nya. Misalnya setelah ia lulus dalam pendidikan psikologi nya ia berprofesi sebagai seorang psikolog.

d)     Stabilization : Individu menekuni bidang profesinya sampai benar-benar ahli di bidangnya sehingga individu dapat mencapai prestasi puncak. Taraf ini ditandai dengan prestasi individu menduduki posisi penting.

e)      Consolidation : Setelah mencapai puncak karier, individu mulai memikirkan kembali sesuatu yang telah dilakukan selama ini baik yang berhasil maupun yang gagal.

C. Memilih Pekerjaan Yang Cocok
Memilih pekerjaan merupakan salah satu keputusan terpenting dalam hidup Anda. Keputusan tersebut sekaligus menentukan status hidup, tingkat kesehatan dan kebahagiaan Anda. Berikut empat aspek yang perlu diperhitungkan dalam menentukan pekerjaan yang tepat dalam hidup Anda:

1. Minat dan kemampuan : Memilih karir dan pekerjaan yang tepat haruslah berdasar pada minat, bakat dan kemampuan. Semuanya harus dimiliki secara bersamaan. Salah satu cara terbaik untuk menemukan keunggulan dan minat pribadi adalah dengan mengikuti sejumlah tes yang bisa Anda ikuti secara gratis secara online. Hal itu dapat membantu Anda menemukan pekerjaan yang sesuai dengan minat dan bakat Anda.

2. Suasana kerja : Situasi di tempat kerja merupakan salah satu faktor penting saat Anda memilih karir pribadi. Pertimbangkan waktu kerja Anda, apakah sesuai dengan keinginan Anda. Perhatikan suasana dan ketentuan-ketentuan di tempat kerja Anda agar di kemudiah hari Anda senang menjalani karir tersebut.

3. Gaji : Setelah menemukan pekerjaan yang sesuai dengan keinginan dan kemampuan, aspek lain yang perlu Anda perhitungkan tentu saja pendapatan per bulan. Carilah pekerjaan dengan gaji yang sesuai dengan kebutuhan Anda dan memuaskan keinginan pribadi.

4. Stabilitas pekerjaan tersebut : Salah satu aspek yang tak kalah penting dalam memilih pekerjaan di masa depan adalah stabilitas industri tersebut. Kadang meskipun Anda mencintai pekerjaan itu dengan gaji yang menjanjikan, belum tentu industri tersebut mampu bertahan dalam jangka waktu panjang. Sejumlah lowongan pekerjaan di bidang tertentu dapat tumbuh hingga dua atau tiga kali lipat dalam beberapa tahun ke depan. Tapi tidak semua sektor bisnis mampu bertahan selama itu. Artinya, pelajari pasar tenaga kerja dan baik lalu pilihlah pekerjaan yang dapat bertahan lama. Selain itu, pekerjaan tersebut haruslah sesuai dengan kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang. 

o   Menjelaskan Hubungan Antara Karakteristik Pribadi & Karakteristik Pekerjaan Dalam Memilih Pekerjaan yang Cocok :  Dari sisi pegawai, jika kita terseleksi dalam pekerjaan yang kurang cocok dengan potensi psikologis yang kita miliki, akan timbul ketidaknyamanan dalam bekerja, kurang termotivasi, bahkan dapat enimbulkan stress kerja, yang pada akhirnya membuat kita keluar dari pekerjaan tersebut. Oleh sebab itu kita membutuhkan psikotes untuk melihat sejauh mana potensi psikologis kita agar tidak salah memilih pekerjaan. Sedangkan dari sisi perusahaan, menemukan orang yang tepat merupakan upaya yang sangat sulit yang selalu dihadapi. Dari sisi perusahaan, biaya seleksi dan pelatihan yang dibutuhkan akan sangat mahal, tidak efisien, menurunkan motivasi, serta masih ditambah biaya untuk seleksi dan pelatihan orang yang akan menggantikan karyawan tersebut. Oleh sebab itu dari proses seleksi perusahaan mengadakan tes psikotes untuk melihat potensi psikologis dan kepribadian sang calon karyawan tersebut.


D.    Penyesuaian Diri Dalam Pekerjaan
Bentuk penyesuaian ketiga yang perlu dilakukan adalah penyesuaian diri terhadap jenis pekerjaan yang telah dipilihnya. Tak dapat dibantah lagi, bahwa faktor yang paling mempengaruhi proses penyesuaian diri seseorang dengan pekerjaannya adalah sikap pekerja itu sendiri. Havighurst, dalam studinya tentang sikap pekerja terhadap pekerjaannya menyimpulkan bahwa ia dapat dikelompokkan menjadi dua kategori umum, yaitu:
a)      Sikap kerja yang menopang-masyarakat, pekerja yang bersikap menopang masyarakat dalam dirinya kurang atau tidak berminat akan kerjanya dan hanya memperoleh sedikit kepusan kerja. Orang yang seperti ini sering kali memandang pekerjaannya sebagai beban yang berat dan tidak menyenangkan dan memandang hari depan hanya agar cepat menjalani masa pensiun.
b)      Sikap kerja yang melibatkan ego, para pekerja yang dalam bekerja melibatkan ego, biasanya memperoleh kepuasan pribadi yang lebih besar. Bagi beberapa orang, bekerja merupakan dasar harga diri dan kebanggaan. Karena bekerja dianggap sebagai suatu yang penting, dan mereka ketakutan apabila suatu saat ia dipaksa untuk pensiun.

Wexley dan Yukl : mengartikan kepuasan kerja sebagai “the way an employee feels about his or her job”. Artinya bahwa kepuasan kerja adalah cara pegawai merasakan dirinya atau pekerjaannya. dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja adalah perasaan yang menyokong atau tidak menyokong dalam diri pegawai yang berhubungan dengan pekerjaan maupun kondisi dirinya. Perasaan yang berhubungan dengan pekerjaan melibatkan aspek-aspek seperti upaya, kesempatan pengembangan karier, hubungan dengan pegawai lain, penempatan kerja, dan struktur organisasi. Sementara itu, perasaan yang berhubungan dengan dirinya antara lain berupa umur, kondisi kesehatan, kemampuan dan pendidikan.


E. Waktu Luang

Dalam bahasa Inggris waktu luang dikenal dengan sebutan leisure. Sedangkan kata leisure berasal dari bahasa latin licere, yang mempunyai arti diizinkan (to be permitted) atau menjadi bebas (to be free). Oleh karena itu loisir yang berasal dari bahasa Perancis mengandung arti waktu luang (free time). Jadi secara keseluruhan, waktu luang dapat didefinisikan sebagai terlepas dari segala tekanan (freedom from constraint), adanya kesempatan untuk memilih (opportunity to choose), waktu yang tersisa usai kerja (time left over after work) atau waktu luang setelah mengerjakan segala tugas sosial yang telah menjadi kewajiban (free time after obligatory social duties have been met).

o   Menjelaskan Bagaimana Menggunakan Waktu Luang secara Positif : Meluangkan waktu itu ternyata penting dan banyak cara/kegiatan positif yang bisa dilakukan untuk mengisi waktu luang. Misalnya olahraga, jalan-jalan, melakukan hobby, atau ngeblog. Selain itu, mengisi waktu luang setelah kesibukan yang mendera ibarat bayaran dari pekerjaan itu sendiri. Kita tidak pernah menduga kalau kegiatan yang dilakukan di saat waktu luang bisa juga menghasilkan atau mendapat penghargaan. Siapa yang tahu kalau suatu saat nanti, kegiatan yang dilakukan di waktu luang, bisa menjadi penghasilan terbesar. Berikut ini tips dan triknya:
a)      Jangan pernah terjebak dgn waktu. Bukan waktu yg mengatur kita, tapi kitalah yang mengatur waktu
b)      Coba sesuatu yang baru yang tidak menyita waktu kerja. Misalnya dengan menulis di smartphone yang kita miliki
c)      Tentukan prioritas. Dengan prioritas bisa diketahui mana yang mendesak, mana yang kurang. Tanpa prioritas, waktu terbuang percuma.
d)     Buat yang super sibuk, buatlah agenda yang harus ditaati. Masukkan waktu bekerja, waktu untuk keluarga, dan waktu untuk diri sendiri.
e)      Pastikan dalam agenda, 50 persen waktu yang dilakukan adalah untuk kegiatan positif atau produktif.
f)       Jangan melakukan pekerjaan/hal yang lain sebelum menuntaskan pekerjaan yang lebih dulu dilakukaN.


SELF – DIRECTED CHANGERS

A.    Konsep dan Penerapan Self-directed changes :

a)      Meningkatkan kontrol diri: mendasarkan diri pada kesadaran bahwa pada setiap manusia memiliki kemampuan untuk mengembangkan dirinya sesuai dengan kondisi yang dimiliki setiap manusia. Itu dapat terjadi sebagai akibat perubahan dalam struktur kognitif yang dihasilkan oleh perubahan struktur kognitif itu sendiri atau perubahan kebutuhan juga adanya motivasi internal serta belajar yang efektif.

b)     Menetapkan tujuan: dimaksudkan untuk menjaga individu agar tetap tertuju pada proses pembelajaran, dalam arti dapat mengetahui dan mampu secara mandiri menetapkan mengenai apa yang ingin dipelajari dalam mencapai kesehatan mental, serta tahu akan kemana tujuan hidupnya, cakap dalam mengambil keputusan dan mampu berpartisipasi di masyarakat dan akan mampu mengarahkan dirinya.

c)      Menyusun konsekuensi yang efektif: pemahaman dalam arti sehat mental dapat menentukan perubahan pada individu dalam melakukan mobilitas untuk melakukan segala sesuatu aktifitas –aktifitas yang dilakukan oleh manusia, dalam menanggapi stimulus lingkungan, yang meliputi aktivitas motoris, emosional,dan kognitif dalam mencapai kematangan mental.

d)     Menerapkan perencana intervensi: membawa perubahan, tentunya pada perubahan yang lebih baik. Dalam arti pemahaman nilai-nilai, karakter / watak, dan cara cara berperilaku secara individual. Dalam arti kita harus lebih memahami cara berperilaku pada kegiatan proses pembentukan watak dan pembelajaran secara terencana.

e)      Evaluasi:  faktor yang penting untuk mencapai kematangan pribadi, sedangkan salah satu faktor penting untuk mengetahui keefektivan adalah evaluasi baik terhadap proses maupun hasil pembelajaran.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar