Psikologi Pendidikan
BAB I (Pendahuluan)
BAB I (Pendahuluan)
A.Aspek-aspek Pendidikan
B.Definisi Pendidikan
C.Sejarah Singkat Psikologi Pendidikan
D.Sumbangan Psikologi Pendidikan Terhadap Teori dan Praktek
Pendidikan
E.Metode-metode Dalam Psikologi Pendidikan.
A.Aspek-aspek Pendidikan
ASPEK-ASPEK PENDIDIKAN
1. Pendidikan Informal
“Proses belajar yang relatif tak disadari yang kemudian menjadi kecakapan dan sikap hidup sehari-hari”
Contoh: pendidikan di rumah, tempat ibadah, lapangan permainan, perpustakaan, radio, televisi, dsb.
2. Pendidikan Formal
“Pendidikan yang dilaksanakan dengan sengaja dengan tujuan dan bahan ajar yang dirumuskan secara jelas dan diklasifikasikan secara tegas”.
Contoh: jenjang pendidikan sekolah (TK, SD, SMP, SMA, PT)
3. Pendidikan Non Formal
“Pendidikan yang dilaksanakan dengan sengaja tetapi tidak memenuhi syarat untuk termasuk dalam jenjang pendidikan formal”.
Contoh: kursus menjahit, memasak, bahasa, musik, dsb.
B.Definisi Pendidikan
Pendidikan à “Suatu cara untuk mengembangkan ketrampilan, kebiasaan dan sikap-sikap yang diharapkan dapat membuat seseorang menjadi warga negara yang baik”.
“Tujuannya untuk mengembangkan atau mengubah kognisi, afeksi dan konasi seseorang”.
Dalam pandangan spikologi, pendidikan mencakup perubahan yang dpat dinyatakan sebagai suatu PROSES dan sebagai suatu HASIL atau PRODUK
a. Sebagai Prosesà mencakup segala bentuk aktivitas yang akan memudahkan bagi individu dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.
b. Sebagai Hasil/Produkà mencakup segala perubahan yang terjadi sebagai konsekuensi dari partisipasi individu dalam kegiatan belajar.
Definisi Pendidikan…Lanjutan
Menurut Undang-undang di Indonesia, Pendidikan adalah usaha untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan/atau latihan bagi perannya dimasa yang akan datang (UU RI No.2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Indonesia.
SEDANGKAN……
Psikologi Pendidikan adalah merupakan aplikasi/ penerapan dari hasil-hasil peneltian psikologi di bidang pendidikan dan merupakan suatu ilmu yang mempelajari secara sistematik perkembangan anak didik dalam setting (lingkungan/situasi) pendidikan.
Psikologi pendidikan bagi pendidik dalam usahannya untuk mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki anak didik secara harmonis agar mereka lebih dapat mempertanggung jawabkan dan ambil bagian dalam kehidupan masyarakat.
Sejarah Singkat Psikologi Pendidikan
Beberapa ahli yang memberikan andil dalam perkembangan Psikologi Pendidikan
:
1.Democritus
Filsuf pertama yang menekankan pentingnya pengaruh lingkungan dasn suasana rumah terhadap perkembangan kepribadian seseorang, sehingga suasana rumah perlu dibina sebaik mungkin agar suasana kondusif (menguntungkan) bagi perkembangan anak.
2.Plato & Aristoteles
Mengembangkan sistem pendidikan berdasarkan pada prinsip-prinsip psikologi.
●
3.Aristoteles
Aristoteles adalah tokoh yang idenya berkembang menjadi Psikologi Daya. Dalam psikologi daya ada 3 komponen/
kekuatan dalam jiwa manusia yang ketinganya saling bergantung satu sama lain, yaitu :
a. Penalaran/Pengertian/Kognitif/Cipta
b. Perasaan/Emosi/Afektif/Rasa
c. Kehendak/Will/Konasi/Karsa
Sejarah Singkat Psikologi Pendidikan…Lanjutan
4. John Amos Comenicus
Seorang ahli pendidikan dari Cekho.)
vAnak jangan dianggap sbg miniatur orang dewasa;
vPembelajaran hendaknya dapat menarik perhatian anak, lakukanlah
dg menggunakan alat peraga sehingga anak dapat mengamati, mengalami, dan menyelidiki.
5. Rousseau
Rousseau
(seorang penganut Naturalis), mendasarkan ide-ide
pendidikan pada prinsip-prinsip perkembangan manusia. Oleh
karena itu, memahami prinsip- prinsip perkembangan adalah penting
untuk perlakuan dalam pendidikan.
6.John Locke
Menurut
Locke, seluruh pengetahuan pada hakikatnya berasal dari
pengalaman.
Apa yang kita ketahui melalui pengalamanitu bukanlah
objek atau benda yang hendak kita ketahui itu sendiri,
melainkan
hanya kesan-kesan pada pancaindra kita.
. J.P. PESTALOZZI
(1746 – 1872, seorang pendidik dari Swiss)
vIa berusaha meningkatkan pendidikan di masyarakat dgn cara mengutamakan pendidikan bagi anak-anak.
vIa menganjurkan agar pendidikan untuk anak disesuaikan dgn perkembangan jiwa anak.
vIa menyarankan agar proses pembelajaran didasarkan pada pengalaman, dimulai dari yang paling mudah meningkat ke yang lebih sulit, sulit, dst.
8. FRIDRICH FROBEL (1782 – 1852, seorang pendidik dari Jerman)
vIa mendirikan
Kinder Garten (taman kanak-kanak).
vMenurut
Frobel, taman kanak-kanak merupa-kan tempat bagi anak-anak untuk bermain, bernyanyi, melatih daya cipta, dan menger-jakan pekerjaan tangan secara bersama.
Pada akhir abad ke-18, para psikologi seperti Francis
Galton, Stanley Hall, mempublikasikan hasil-hasil penelitian mereka tentang
aspek-aspek perilaku individu. Hasil- hasil penelitian ini sangat membantu bagi
pendidik untuk memahami para anak didiknya.
9. William James, Cattel, Alfred Binet, masing-masing memberikan sumbangan sebagai berikut :
a.
William James, dalam bukunya “Principles of Psychology” menyarankan untuk melakukan pendekatan fungsional dalam
psikologi (lawanpsikologi struktural – Wundt). Fungsionalisme dalam psikologi
adalah cara pendekatan yang menganggap bahwa kesadaran terhadap gejala-gejala
mental adalah hal yang utama.
b.
Cattel, memberikan sumbangan
besar dalam hal individul
differences dan pengukuran mental. Individul differences adalah sembarang sifat atau perbedaan kuantitatif dalam
suatu sifat, yang dapat membedakan satu individu dengan individu lainnya.
c.
Binet adalah psikolog pertama
yang mengenalkan pengetesan mental/pengukuran inteligensi yang bersifat
individual.
Sumbangan Psikologi Pendidikan Terhadap Teori dan Praktek
Pendidikan
1. Kontribusi Bagi Proses Pendidikan
vPenggunaan audio visual aids
vMembantu dalam pengelolaan sekolah
vMembantu dalam penyusunan jadwal pelajaran
vMembantu terhadap produksi buku pelajaran
vMemberi dasar bagi penyusunan kurikulum
2. Kontribusi Bagi Peserta Didik
vMengerti hakekat belajar
vPendidikan
yang lebih kooperatif dan demokratif bagi siswa
vMembantu perkembangan kepribadian siswa melalui
kegiatan ekstra/intra
kurikuler
3. Kontribusi Bagi Pendidik
vPendidik lebih terbuka terhadap perbedaan individu
vMengetahui metode mengajar
yang efektif
vMemahami permasalahan anak didik
vMembantu dalam evaluasi belajar
vMeningkatkan kemampuan meneliti
vMengarahkan pendidik dalam menangani anak-anak khusus
.
METODE-METODE DALAM PSIKOLOGI PENDIDIKAN
1.InstropeksiàMelakukan pengamatan ke dalam diri sendiri/self
observation yaitu dengan melihat keadaan mental pada waktu tertentu.
2.Observasi à Kegiatan melihat sesuatu di luar diri sehingga
yang diperoleh merupakan data overt behavior
(perilaku yang tampak).
3.Metode Klinis à Digunakan untuk mengumpulkan
data secara lebih rinci mengenai perilaku penyesuaian dan kasus-kasus perilaku menyimpang
JStudi Kasus Klinis
J Studi Kasus Perkembangan
J
4.Metode Diferensial
Digunakan untuk meneliti perbedaan-perbedaan individual yang terdapat di antara anak didik.
Menggunakan berbagai macam teknik pengukuran (contoh: tes, angket,dsb) serta menggunakan statistik untuk menganalisis.
5.Metode Ilmiah
Merupakan prosedur yang sistematik dalam memecahkan permasalahan dan merupakan suatu pendekatan objektif yang terbuka untuk dikritik,dikonfirmasikan, dimodifikasi atau bahkan mungkin ditolak kebenarannya oleh penelitian berikutnya.
Digunakan untuk menyelesaikan permasalahan perilaku yang lebih kompleks yang harus bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
6.Metode Eksperimen
Melakukan pengontrolan secara ketat terhadap faktor-faktor atau variabel-variabel yang diperkirakan dapat mencemari atau mengotori hasil penelitian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar