Senin, 03 Desember 2012

That XX (part.3)




“Geu xx naega motan ge mwoya…
Dodaeche wae naneun gajil su eomneun geoya…
Geu xx neoreul saranghaneun ge anya…
Eonjekkaji babogachi ulgoman isseul goya…”



Aku biarkan CL yang tengah mabuk menangis dibahu ku. Dia masih shock saat dia melihat sendiri pacar yang dia cintai secara terang-terangan berpaling kelain hati didepan matanya sendiri. Terlebih lagi kejadian itu diketahui oleh semua teman-temannya, aku tahu bagaimana rasanya itu, itu sungguh memalukan. Selama diperjalanan menuju apartemen kami CL hanya terdiam sambil terus menangis. Aku tidak bisa berbuat apa-apa selain merangkulnya dalam pelukan ku.

Sesampainya kami didepan apartemen kami, aku memapah CL yang masih dalam keadaan mabuk berat, aku berikan beberapa lembar uang kepada supir taxi saat hendak menutup kembali pintu taxi.
“Ambil saja kembaliannya.”,
“Terima kasih, Tuan.”, supit taxi itu pun langsung pergi meninggalkan kami.
Aku papah CL sampai kedepan lift dan akhirnya kami sampai didepan kamar CL. Aku mengambil kunci kamar CL yang ada didalam tasnya. Aku masukkan kunci itu kedalam lubang kunci kamar CL, lalu mendorong tuas pintu agar pintu terbuka kearah dalam. Aku pun menaruh CL diatas tempat tidurnya, membukakan sepatu haknya, membersihkan make up yang menempel diwajah cantiknya, lalu menyelimutinya agar dia bisa tertidur pulas.

Saat aku hendak meninggalkan CL dari kamarnya, mendadak CL menarik pergelangan tangan ku lalu dia terbangun dengan raut wajah yang kacau.
“Temani aku untuk malam ini saja? Kumohon GD?”, pintanya sambil meneteskan air mata kesedihan.
“Baiklah.” Aku pun tidur disampingnya untuk menemaninya, ku rangkul dia lalu membiarkannya menangis sepuas hati.
Di tengah isak tangisnya, dia menarik kerah baju ku lalu berkata, “Aku benar-benar tidak menyangka oppa seperti itu GD, aku benar-benar kecewa GD, aku tidak tahu harus berbuat apa? Aku bingung GD?”, keluhnya dalam isak tangisnya.
“Ssssst~ sudahlah CL, sudah cukup, sekarang kalu kelelahan, itu hanya halusinasi saja dari efek mabuk yang kau rasakan, sudahlah, sudah, sekarang kau tidur.”, bujuk ku agar CL tidak menangis lagi.
“Tidak, dia benar-benar oppa, GD!”, tuntut CL.
“Sudah, sudah, sekarang kau tidur saja CL, every thing gone be alright.”
Aku pun langsung mendendangkan lagu Lonely dari 2ne1, girlband favorite CL untuk mememaninya tidur, dan tidak lama berselang CL pun tertidur. Sampai ku rasa CL sudah terlelap tidur dan tidak akan terbangun bila aku pindah posisi, aku pun bangun untuk pindah ke sofa lalu tertidur disana.

Tanpa aku sadari matahari pagi sudah menyinari jendela besar dikamar CL. Rupanya aku semalaman tertidur di apartemen CL, ku pun bangun dan mencoba merenggangkan otot-otot ku. Aku merasakan sakit dibeberapa titik, mungkin ini efek dari tertidur disofa semalaman suntuk. Saat aku merentangkan dan mencoba melemaskan otot – otot ku yang kaku, aku melihat sekeliling. Aku baru menyadari bahwa CL tidak ada dikamarnya, mendadak aku dilanda kepanikan, aku takut terjadi apa – apa dengan CL. Aku pun segera beranjak meninggalkan kamar CL tetapi mendadak langkah ku terhenti saat aku mendengar suara rebut – rebut dari arah dapur. Sontak aku pun menghampiri asal suara tersebut. Saat aku tiba didapur aku melihat CL yang tengah sibuk menyiapkan sarapan, dia juga tidak menyadari kehadiran ku didapur. Maka aku pun hanya memperhatikannya didekat kulkas sambil aku bersender ke puntu kulkas.

Entah sudah berapa lama aku memperhatikan CL yang tengah sibuk memasak. Saaat itu CL hendak ingin mengambil sesuatu dikulkas, ia pun berbalik kea rah kulkas dan sontak CL kaget saat melihat ku berada disana.
“Astaga!”, teriaknya.
Aku hanya bisa tertawa kearah CL yang tengah kaget.
“GD, kau mengagetkan ku!”, keluhnya kesal. CL pun membuka pintu kulkas, secara otomatis aku menghindar dari depan pintu kulkas untuk mempersilahkan CL membukanya.
“Maafkan aku, tadi kau tengah sibuk jadi aku tidak ingin mengganggu mu.”, jelas ku padanya.
“Kau membuat ku jantungan GD.”
Aku hanya bisa tersenyum mendengar keluh kesah CL.

Saat semua masakan yang dimasak oleh CL siap dan telah dihidangkan dimeja makan, aku dan CL sarapan bersama dimeja makan. Ditengah – tengah kami menyantap sarapan aku melihat ekspresi CL yang tidak biasanya. Aku aku pun memberanikan diri untuk mengajaknya berbicara.
“CL, tidak seperti bioasanya kau bangun lebih pagi hari ini?”, tanya ku untuk membuka pembicaraan.
“Aaa~ itu karena aku setiap hari bangun pagi.”, jawannya usil.
Aku hanya tertawa kecil dan begitu pula CL yang ikut tertawa bersama ku.
“Hari ini maukah kau menemani ku mencari buku? Nanti akan aku traktir makan di café yang baru buka itu?”, ajak ku pada CL.
“Hmm~ yakin kau mau mentraktir ku GD?”, tanyanya dengan ekspresi iseng.
“Iya,terserah kau,kau bebas makan sepuasnya, nanti aku yang membayarnya.”, jawab ku.
“Aaaa~ asik ditraktir GD.”, jawabnya senagng.
“Baiklah nanti sepulang aku bekerja paruh waktu ditempat Seung Ri, kira – kira aku akan selesai bekerja jam enam sore, kalau begitu kita bertemu disana jam tujuh setelah itu kita…”, tiba – tiba telepon genggam CL berbunyi, secara otomatis aku menghentikan pembicaran ku sementara CL mengambil telepon genggamnya dikamar.

Aku pun menunggu CL dimeja makan sambil menghabisi sisa sarapan pagi ku. Dengan rasa penasaran aku mengintip CL yang tengah asik berteleponan dengan seseorang didalam kamarnya. Pada awalnya ekspresi yang ditunjukkan CL sedih bercampur kesal tetapi dengan cepat dia merubahnya dengan ekspresi bahagia yang dibuat-buat, saat dia sadar aku tengah memperhatikannya secara diam-diam. Cl tersenyum sedikit kearah ku saat dia menyadari aku tengah memperhatikan pembicaraannya. Aku pun menjadi malu dan pura-pura menggaruk rambut ku seolah-olah rambut ku gatal tetapi sebenarnya tidak gatal. Sambil menghabiskan sarapan ku aku diam-diam mendengar pembicaraan CL ditelepon.
“Baiklah, aku akan menunggu mu di café biasa.”, jawabnya sedikit resah dengan lawan bicaranya ditelepon.
“Tidak, aku tidak sibuk nanti sore aku bisa menemani mu, oppa”
Dan disaat itu aku tahu ternyata CL tengah menerima telepon dari si b*******k itu. Aku pun langsung menghentikan memakan sarapan ku. Aku langsung menoleh kearah CL dengan tatapan menusuk. Aku pun beranjak menghampiri CL tapi aku tahan, aku pun memikirkan sebuah cara untuk CL mematikan teleponnya dengan si b*******k itu. Aku lalu berpura-pura menjatuhkan gelas ku dari atas meja makan. Praaaaaang! Gelas ku pun jatuh dan pecah berserakan dilantai. Seketika CL menoleh kearah ku dan tidak berkonsentrasi dengan telepon dari si b*******k itu.
“Maaf”, ucap ku tanpa mengeluarkan suara kearah CL. CL pun dengan sigap menghampiri ku dan membereskan pecahan gelas dilantai.
“Oppa, nanti aku akan menelepon mu lagi, aku ingin membereskan pecahan gelas ini.”, pintanya pada si b*******k itu. Lama CL terdiam lalu ia menjawab pertanyaan dari si b*******k itu, “Ada GD di apartemen ku tadi aku undang dia untuk sarapan bersama…”, belum sempat CL menjelaskan si b*******k itu sudah memotong pembicaraan CL.
“Sebentar lagi dia juga pulang oppa,sudah oppa aku sedang membereskan pecahan kaca ini, bye.”, CL pun langsung mematikan sambungan teleponnya dan sibuk membereskan pecahan gelas dilantai.

Mendadak CL menatap ku, “Kau sengaja melakukan ini klan GD?”
“Aku?  Tidak, aku tadi tidak sengaja menjatuhkannya.”,dusta ku pada CL.
“Jujur saja GD aku tahu ini semua ulah mu.”, tuntut CL.
“Aku tidak bermaksud mengganggu mu dengan Taeyang tetapi aku hanya…”, mendadak CL tersenyum jahil kepada ku.
“Kau tahu berapa banyak gelas yang aku punya GD?”, jawab CL lalu tertawa riang. Aku pun juga ikut tertawa tetapi sebenarnya aku mengerti maksud dan arti dari perkataan CL tadi. Secara tidak sengaja dia berterima kasih pada ku karena ulah ku dia bisa memutuskan sambungan teleponnya dengan Taeyang.

Selepas kami membereskan pecahan gelas dan membersihkan piring dari sisa sarapan kami, aku pun berpamita kepada CL untuk kembali ke apartemen ku untuk bersiap-siap berangkat kuliah.
“Aku menunggu mu jam delapan di lobby ya CL?”, pinta ku pada CL. CL hanya mengangguk mengiyakan lalu menutup pintu kamar apartemennya. Aku pun masuk kedalam apartemen ku lalu bersiap diri untuk berangkat kuliah. Aku pun langsung membuka keran yang mengalirkan air panas kedalam bak mandi ku. Sentuhan pertama dengan air hangat terasa sangat menyenangkan, seolah-olah beban hidup ku diangkat sementara dan aku seperti melayang diudara dan tanpa beban. Betapa nikmatnya sensasi air panas dipagi hari setelah semalaman suntuk aku tidur diatas sofa. Hamper setengah jam lamanya aku berada didalam kamar mandi hanya untuk berendam air hangat ditengah cuaca yang mulai mendekati musim dingin. Aku pun lekas menyelesaikan ritual mandi ku lalu bergegas mengenakan baju dan bersiap-siap untuk berangkat ke kampus. Saat aku hendak mengambil task u yang berada didalam kamar, tiba-tiba telepon genggam ku pun berbunyi aku pun sontak mengambilnya dari dalam saku celana ku dan saat aku melihat layer teleponnya, disana tertulis  nama CL,sontak aku langsung mengangkat telepon ku.
“Annyong-haseyo?”, jawab ku langsung.
“GD, maaf sepertinya aku tidak bisa berangkat bersama mu pagi ini?”, pinta CL
“Kenapa?”,tanya ku heran.
“Pagi ini oppa yang akan mengantarkan ku ke kampus, maafkan aku GD?”, pintanya menyesal.
“Kwaench’anayo.”, jawab ku.
“Maaf.”, lalu CL langsung mematikan sambungan teleponnya pada ku.

Dengan langkah yang gontai aku pun keluar dari apartemen ku dan mengunci pintu apartemen ku dengan tidak bertenaga. Saat aku hendak menuju lift telepon ku berbunyi sontak aku segera mengangkatnya.
“Annyong-haseyo?”,
“Yaaa~ dongsaeng, apakah kamu sudah berangkat menuju kampus sekarang?”, tanya T.O.P
“Belum hyoong, ada apa?”,tanya ku bingung.
“Aku ada dibawah sekarang, mari berangkat bersama ku?”, ajak T.O.P pada ku.
“Baiklah, aku segera kebawah.”, aku pun langsung memutuskan sambungan teleponku. Sesampainya di lobby aku bertemu dengan T.O.P  yang sedang menunggu ku dipintu masuk.
“Ayo.”, ajak T.O.P sambil menyerahkan helm untuk ku kenakan.
Aku pun hanya mengikutinya tanpa menjawabnya, saat aku naik diatas motor aku berpapasan dengan Taeyang yang sedang membukakan pintu untuk lalu mempersilahkan CL masuk kedalam mobil mewahnya. Disaat itu hati ku langsung rapuh saat melihat CL denag Taeyang, melihat kemesraan mereka setelah apa yang diperbuat Taeyang terhadap CL.

Di tengah perjalanan T.O.P mendadak bertanya kepada ku, “Dongsaeng ada apa dengan mu hari ini? Nampaknya kau terlihat lesu sekali hari ini?”
“Aku tidak apa-apa hyonng hanya kurang tidur saja semalam.”, dusta ku.
“Aaah~ aku ingat, apakah semalam itu benar-benar Taeyang sedang jalan dengan wanita lain?”, tanya T.O.P
Astaga harus ku jawab apa? Aku benar-benar kesal hari ini.
“Tidak tahu, semalam aku mabuk.”, jawab ku asal.
“Ayolah GD katakana saja?”, rajuk T.O.P
“Katakana apa?”
“Kejadian tadi malam? Kalau benar tadi malam itu Taeyang kenapa CL masih terlihat mesra dengan Taeyang tadi?”, tanyanya semakin penasaran/
“Kalau benar yang tadi malam itu Taeyang, lalu kenapa tadi pagi dia menjemput CL hyonng?”, tanya ku asal.
“Iya juga.”
“Sudahlah hyonng itu bukan urusan kita.”
Lalu selama perjalanan aku pun terdiam bersama T.O.P, kami menjawab pertanyaan yang diajukan masing-masing dengan pemikiran sendiri.

Sesampainya kami dikampus, teman-teman yang lain sudah menunggu kami didekat tempat parkir.
“Hyonng!!”, teriak Seung Ri kearah kami. Aku hanya melambaikan tangan sebagai balasannya. Kami pun menghampiri Daesung dan Seung Ri.
“Hyonng, nampaknya kau kelihatan pucat hari ini?”, tanya Daesung pada ku.
“Aku kurang fit hari ini.”, jawab ku pada Daesung. “Padahal tadi malam kau kelihatan senang sekali hyonng? Cepat sekali kau sakit hyonng?”, lanjut Daesung.
“Aku tahu apa penyebabnya.” ,tambah Seung Ri menimpali pertanyaan Daesung tadi.
“Yaa~ dongsaeng sok tahu kamu.”,jawab T.O.P
“Ini serius hyonng, lihat”, Seung Ri menunjuk kearah lapangan parkir mobil, dia menunjuk kearah mobil sport mewah berwarna merah yang baru masuk. Dari balik kemudi aku lihat Taeyang yang sedang menyetir.
“Iissh~ kau ini!”, bentak Daesung pada Seung Ri. Aku hanya bisa tertunduk dan terdiam saat melihat Taeyang memarkirkan mobilnya didepan gerbang kampus yang berdekatan dengan tempat parkir motor. Dia keluar mobil dengan memancarkan pesonanya lalu membukakan pintu penumpang, Cl pun keluar dari pintu penumpang dengan wajah yang dipaksakan bahagia, aku tahu sebenarnya dia masih mengingkat kejadian semalam.
“Mesra sekali pasangan itu.”, ceplos T.O.P secara tidak sengaja. Aku pun mengiyakan pendapat top, “Benar.”
Lalu semuanya terdiam dan melihat kearah ku secara bersamaan saat aku menyetujui pendapat T.O.P
“Wae? Kenapa dengan kalian? Apa yang salah pada ku? Aku hanya menjawab pertanyaan hyonng.”, jelas ku pada mereka.
“Tidak.”,jawab mereka serempak lalu mereka terdiam.
“Baiklah, ayo kita ke kelas?”, ajak ku pada mereka.
“Ayo.”, jawab Daesung antusias.
Kami pun berjalan dari tempat parker menuju kelas kami, saat aku sedang berjalan bersama T.O.P, Daesung, dan Seungri tiba-tiba baju ku seperti ada yang menarik dengan refleks aku pun berbalik dan…

Taeyang mendaratkan pukulannya tepat di pipi sebelah kanan ku lalu aku pun roboh karena menerima pukulan itu secara mendadak tanpa bisa melawan.
“Ada apa ini Taeyang?!”, bentak T.O.P kearah Taeyang.
“Diam kau! Ini bukan urusan mu, ini urusan ku dengan si b*******k ini.”, tuntut Taeyang sambil menunjukkan jari telunjuknya kearah muka ku.
Aku pun langsung bangkit dan menghantamkan pukulan panas ku kearah pipinya untuk membalas pukulannya tadi. “Apa mau mu b*******k!”,tuntut ku.
“Jauhi CL karena CL adalah tunangan ku!”, tuntut Taeyang sambil menunjuk-nunjuk kearah muka ku.
“Siapa yang mendekati CL, aku dan dia hanya berteman!>”, balas ku.
“Berteman!? Cih! Kalian berteman tetapi mengapa saat tadi pagi aku telepon CL kau berada di dalam apartemannya!”, tuntut Taeyang.
“Semalam dia mabuk jadi aku merawatnya.”,jelas ku pada Taeyang.
“Alasan! Bilang saja itu modus licik mu b*******k!”, maki Taeyang kearah ku.

Karena tidak tahan lagi aku pun mengahar Taeyang, akhirnya kami pun sama-sama menghajar satu sama lain, sementara T.O.P, Seungri, dan Daesung mencoba melerai kami. Tiba-tiba aku mendengar suara teriakan CL dari kejauhan.
“Kalian berhentilah bertengkar!”,teriak CL kearah kami yang sedang bertengkar.
Baik aku dan Taeyang sama-sama berhenti saat Cl mencoba melerai kami.
“Apa yang kalian lakukan? Ini areal kampus! Jangan buat malu diri kalian disini!”, bentak CL kearah ku dan Taeyang.
CL pun menghadap kearah Taeyang, “Oppa! Apa yang oppa lakukan!”, bentak CL kearah Taeyang.
“Aku hanya tidak terima si b*******k ini menginap diapartemen mu.”, jelas Taeyang.
“Dia hanya merawat ku oppa, tidak lebih!”, bentak CL
“Terus saja kau bela si b*******k ini, mungkin aku hanya status saja untuk mu tetapi hati mu milik si b*******k ini!”, tuntut Taeyang.
“Bukankah  yang mengalami seperti itu adalah oppa! Tadi malam aku mel;ihat mu keluar club malam bersama dengan wanita lain dank au bermesraan dengan wanita itu!”, tuntut CL kearah Taeyang sambil menahan air mata yang akan jatuh.
“Aku?”, tanay Taeyang pura-pura tidak bersalah.
Dengan marah CL menampar pipi tunangannya itu, “Aku benci oppa!”, teriaknya kearah tunangannya itu.
“Terserah kau!”, Taeyang pun meninggalkan CL,sebelumpergi dia sempat berbalik dan menunjuk muka ku denga jari telunjuknya, “Urusan kita belum selesai b*******k!”, lalu ia pun pergi begitu saja.

Akhirnya CL puntidak bisa menahan air matanya lagi, dia pun menangis sambil memeluk ku. Dengan emosi yang masih tersulut amarh aku pun meminjam motor T.O.P
“Hyonng, aku pinjam motor mu sebentar dan tolong absenkan kami untuk mata kuliah hari ini.”, pinta ku pada T.O.P
T.O.P segera memberikan kunci motornya dan mengangguk kepada ku tanpa mengatakan apa-apa.
“Ayo kita ke kelas, Daesung, Seungri?”,ajak T.O.P kepada mereka.
“Baik hyonng.”, jawab mereka serempak.
“Nanti aku tunggu ditempat biasa.”,kandas T.O.P kepada ku
Aku hanya mengangguk mengiyakan. Setelah mereka pergi aku pun menarik tubuh CL dari pelukakn ku dan menghadapkannya kearah ku.
“Ikut aku.”, pinta ku padanya.
CL hanya mengangguk tanpa mengucapkan kata-kata. Aku berikan helm kepadanya dan dia memakainya lalu kami pun pergi ketempat yang membuat kami bisa menenangkan pikiran…


#To Be Continue…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar